KH Hasan Nuri Hidayatullah saat memandu teleconference pengajian kitab Al-Hikam.
KH Hasan Nuri Hidayatullah saat memandu teleconference pengajian kitab Al-Hikam.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat akan menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur’an, pada Hari Minggu, 3 Juni 2018. Haflah ini dilaksanakan di Aula PWNU Lantai 3 dihadiri oleh Rais Syuriyah PWNU KH M Nuh Ad-Dawami, Ketua Tanfidziyah KH Hasan Nuri Hidayatullah, Katib Syuriyah PWNU KH Usamah Hisyam, jajaran syuriyah dan tanfidziyah PWNU, pengurus lembaga dan badan otonom, serta perwakilan pengurus cabang se-Jawa Barat.

Sebagaimana tahun sebelumnya, peringatan turunnya Al-Qur’an ini dilaksanakan bersamaan dengan:

1) Haul Syuhada Badar,  2) Haul Muassis Jam’iyyah NU, 3) Tasyakkur Kemerdekaan RI ke-75 (versi Hijriyyah), 4) Teleconference Pengajian Al-Hikam bersama Habib Umar bin Hafiz langsung dari Yaman.

“Orang yang berdoa seraya bertawassul kepada Ahli Badar, insyaallah doanya akan dikabulkan,” ujar KH Hasan Nuri Hidayatullah. “Ahli Badar adalah para sahabat yang telah diampuni dosanya oleh Allah,” lanjutnya.

Sementara KH M Nuh Ad-Dawami mengingatkan bahwa tujuan memperingati haul adalah untuk mengingat kematian yang merupakan kandungan dari ajaran Rasulullah SAW. Dalam risalah Nabi itu terdapat rahmat Allah, dan rahmat itulah yang menjadi kunci kebahagiaan manusia.

“Setiap orang pasti memiliki keinginan dan kekhawatiran. Setiap orang ingin bahagia dan khawatir mendapat sengsara,” papar Ajengan Nuh. “Kebahagiaan itu hanya akan didapat oleh orang yang mendapatkan rahmat Allah,” sambungnya.

Terkait dengan bulan Ramadan, Ajengan Nuh mengingatkan adanya perbedaan  mengenai kesenangan (farhah) yang didapat oleh orang yang berpuasa. Orang awam senang karena bisa segera makan dan minum, inilah yang disebut ahlul akli was syurbi.

“Yang satu lagi adalah ahlul ‘aqli wal qolbi, yaitu orang-orang yang bersyukur karena sudah diberi kekuatan oleh Allah untuk menuntaskan kewajiban berpuasa, lalu ia berzikir selalu mengingat Allah.”

(Iip Yahya)

Komentari