Syekh Abdurrozaq An-Najmi Al-Hasani, ulama Suriah, PWNU Jabar, Jawa Barat
Syekh Abdurrozaq An-Najmi Al-Hasani, ulama dari Suriah.

Ulama Suriyah Syekh Abdurrozaq Syakhud An-Najmi Al-Hasani menyayangkan terhadap kelompok-kelompok yang mengkampanyekan kembali kepada Al-Qur’an dan hadits dan menolak pendapat imam-imam mazhab seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbali.

“Ini adalah kesesatan. Ini adalah upaya untuk mendegradasi Islam karena apa yang mereka kampanyekan sesungguhnya menjauhkan dan mendegradasi makna Islam, makna Al-Qur’an dan Hadits secara utuh,” katanya saat mengisi halaqah yang diadakan Lembaga Dakwah PBNU di lantai delapan gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Menurutnya, para imam mazhab adalah orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.

Ia menjelaskan, seseorang tidak mungkin dapat memahami dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits hanya dengan membaca Al-Qur’an dan Hadits karena ayat-ayat dalam Al-Qur’an itu global. Menurutnya, semua itu butuh ijtihad oleh orang-orang yang alim dan paham di bidangnya.

“Maka kalau kita mengaku kalau berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits artinya kita juga harus mengakui hasil ijtihad dari empat imam mazhab tersebut dan tanpa menanfikan sedikit pun,” katanya.

Oleha karenanya, kelompok-kelompok yang mengajak kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits, tetapi menghilangkan dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan hasil ijtihad imam mazhab ini, sesungguhnya kelompok-kelompok ini menjauhkan diri dari Islam yang benar, yakni Islam yang dibawa Rasulullah SAW. Sebab, menurutnya, yang mewarisi ajaran Rasulullah adalah para ulama.

Malas itu Bikin Bodoh

Syekh Abdurrozaq Syakhud An-Najmi Al-Hasani juga mengingatkan kepada siapa saja, khususnya kepada orang-orang yang sedang mencari ilmu agar menjauhi sifat malas.

“Karena malas itu bikin bodoh,” katanya.

Orang-orang yang mencari ilmu karena Allah, katanya, harus selalu bersemangat dan bersungguh-sungguh, baik di siang hari atau malam hari harus tetap belajar. Karena mendalami ilmu dapat terhindar dari ajaran yang menyesatkan meski dengan iming-iming kebaikan.

“Dia harus bangun (malam), muthola’ah, mempelajari ilmunya, mendalami ilmunya sampai kita semua tahu ketika ada orang yang mau mengubah ajaran kita, mau menyesatkan kita, seolah-seolah memberikan kebaikan tetapi menyesatkan seolah-seolah memanja kebaikan,” ujarnya.

Menurutnya, jika kita tahu bahwa dia adalah orang yang salah, maka harus senantiasa ditegaskan dan diingatkan. Dan menurutnya, inilah orang-orang yang betul-betul ahli ilmu dan orang-orang yang telah berilmu syariah yang diberi Allah, yaitu orang-orang yang di siang harinya belajar, malam harinya pun bangun untuk belajar.

Ia mengingatkan, Allah telah memuliakan manusia dengan memberikan iman dan Islam. Oleh karena itu, manusia tidak boleh menghinakan dirinya sendiri dengan kemalasan. Islam tidak akan pernah jaya dan maju jika penganutnya tidak semangat, tidak kuat, tidak profesional, dan tidak berilmu.

“Para dai, para murid, kiai semuanya tetap tidak boleh malas meskipun sudah di berada posisi masing-masing. Bersungguh-sungguh dan terus berupaya untuk mempelajari dan menambah ilmu,” ujarnya.

Pada forum tersebut, Syekh Abdurrozaq juga memberikan ijazah sanad hadis kepada hadirin. 

 (Husni Sahal/Fathoni/Abdullah Alawi/NU Online)

Komentari