Sayiidi AL-Manaf berfoto bersama jamaah seusai tarawih.
Sayiidi AL-Manaf berfoto bersama jamaah seusai tarawih.

Hasil dari puasa Ramadhan selama sebulan penuh adalah mendapat gelar takwa dari Allah. Siapa pun bisa memperolehnya. Tidak pandang jabatan atau pangkat seseorang.

Demikian disampaikan Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Bekasi, Sayyidi Al-Manaf atau yang akrab dengan julukan Da’i Jubah Ireng, saat ceramah dalam agenda Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Daarul Muttaqien, Perum Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat Rabu (23/5).

“Tukang bakso, pejabat, ibu-ibu rumah tangga, semuanya bisa mendapat gelar itu. Tanpa terkecuali. Tapi dengan begitu, bukan berarti ustadz atau pemuka agama bisa dengan mudahnya mendapatkannya,” kata Pimpinan Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka) Kota Bekasi ini.

Ia melanjutkan, pemuka agama yang gemar memprovokasi umat agar terpecah belah, maka berpotensi untuk tidak mendapat gelar takwa. Sekalipun wawasan keagamaannya baik dan cenderung sempurna.

“Hati-hati propaganda iblis. Yaitu yang sukanya memecah-belah manusia. Kalau cuma soal taat kepada Allah, iblis juga taat. Tapi bagaimana kita bisa mempersatukan umat, itulah yang harus menjadi tugas kita,” tegas pria yang gemar berpakaian serba hitam dan berambut gondrong ini.

Karenanya, iblis punya sifat sombong dan merasa paling benar sendiri. Sehingga iblis berkeinginan menjebak manusia untuk ikut dalam kesombongannya itu.

“Saya itu suka heran sama orang-orang yang suka bikin perpecahan. Makanya di tempat ini saya mengajak untuk sama-sama menjaga persatuan agama, bangsa, dan negara,” katanya.

Da’i Jubah Ireng bagi warga NU agar senantiasa patuh kepada kiai-kiai NU. Begitu pula Muhammadiyah, misalnya, harus taati aturan yang ada di dalamnya.

“Misalnya, mau tarawih 20 rakaat silakan, mau tarawih 8 rakaat tidak masalah. Karena yang terpenting itu menjaga persatuan agar tidak tercipta perselisihan,” pungkasnya.

Pada kesempatan malam itu, hadir pula Katib PCNU Kota Bekasi KH Acep Basuni. Usai ceramah, Da’i Jubah Ireng memberikan cenderamata berlogo NU kepada pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Daarul Muttaqien.

(Aru Elgete/Muiz/NU Online)

Komentari