Rifdah Farnidah menerima penghargaan dari Menpora H Imam Nahrawi
Rifdah Farnidah menerima penghargaan dari Menpora H Imam Nahrawi.

Prestasi Rifdah Farnidah di ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional yang digelar di Amman, Yordania, diapresiasi banyak pihak.

Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) menyerahkan bantuan mahasiswa PTKI berprestasi kepada Rifdah Farnidah. Bantuan diberikan oleh Direktur Diktis Arskal Salim, Senin (02/04), di Kantor Kemenag Jakarta Pusat.

Bantuan yang diberikan berupa uang senilai Rp. 20 juta. Menurut Arskal, bantuan diberikan kepada Rifdah atas prestasinya sebagai juara II MHQ Internasional di Yordania. Dalam kompetisi tersebut, Rifdah bersaing dengan peserti lainnya yang berasal dari Asia, Afrika, sampai Eropa.

Sebelumnya, Rifdah juga menjuarai berbagai ajang tingkat nasional. Rifdah tercatat menjadi juara pertama MTQ tingkat Nasional Jamiyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU golongan 5 juz di Kalimantan Barat (2012), juara pertama MTQ Nasional golongan 10 juz di Nusa Tenggara Barat (2016), dan juara pertama MTQ Nasional golongan 30 juz di Kalimantan Barat (2017).

Rifdah Farnidah saat menerima beasiswa dari Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam M Arskal Salim.

Beasiswa dari Kemenpora

Keesokan harinya, Selasa (3/4) Rifdah diterima Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi di kantornya. Atas prestasinya, Kemenpora memberi penghargaan berupa uang tunai dan beasiswa pascasarjana. Rifdah bisa memilih kuliah di UI, UGM, UNPAD atau kampus kampus terbaik lainnya.

Menpora merasa bangga ada generasi muda yang telah mengharumkan Indonesia di dunia internasionalmelalui jalur keagamaan, yakni MHQ Internasional.

“Saya berharap Rifdah menjadi figur baru generasi milenial bahwa mendalami dan menghafal Al Quran adalah hal mulia dan dapat membentuk karakter generasi muda yang hebat, sholeh/sholehah dan bertanggungjawab pada bangsa dan negara,” ujar Imam Nahrawi.

Untuk mengetahui seberapa hebat hafalannya, Menpora membaca salah satu surah Al Quran dan kemudian dinilai benar tidaknya oleh Rifdah dan setelah itu mengaji bersama.

Subhanallah, Alhamdulillah semoga prestasi Rifdah menjadi inspirasi bagi kita semua,” harapnya.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Kadris (49) dan Ny Ai Faridah tersebut, merupakan cucu dari salah seorang ulama besar di Sumedang yakni KH Muhamad Aliyuddin, sesepuh Pondok Pesantren Al-Hilkamussalafiyyah, Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta.

Selain tercatat sebagai mahasiswi Institut Ilmu Qur’an (IIQ) Jakarta, Rifdah juga aktif sebagai pengurus di Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh (PC JQH) NU dan kader IPPNU Kabupaten Sumedang.

(Ditjen Pendis Kemenag & NU Online)

Komentari