Seleksi Ujian Beasiswa Al-Azhar di Gedung PBNU.
Seleksi Ujian Beasiswa Al-Azhar di Gedung PBNU.

Sebanyak 210 santri dari berbagai daerah Indonesia mengikuti ujian seleksi untuk meraih beasiswa ke Universitas Al-Azhar Mesir melalui NU, Kamis (28/6). Ujian yang terdiri dari tulisan dan lisan itu berlangsung di tiga ruangan gedung PBNU, yaitu Masjid An-Nahdlah, ruang pertemuan lantai 5 dan 8.

Ketua pelaksana ujian seleksi Ustadz Ajat Sudrajat mengatakan, 210 santri tersebut merupakan yang lolos verifikasi berkas persyaratan beasiswa dari sekitar seribuan pendaftar. Sebetulnya yang lolos verifikasi ada 355 orang, namun tidak hadir semua.

Ustadz lulusan Al-Azhar Mesir tahun 1996 ini menduga, peserta yang lolos, tapi tidak hadir hari ini karena kendala transportasi, bisa juga ada berkas yang harus dibawa sebagai syarat untuk mengikuti ujian hari ini yang tidak terpenuhi, bisa juga karena ijazahnya belum keluar dari sekolah yang bersangkutan.

“Peserta yang dapat mengikuti ujian hari ini harus membawa berkas yang yang diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah seperti ijazah dan nilai-nilanya,” katanya di Gedung PBNU di sela mengawasi jalannya tes tulisan.

Ustadz Ajat mengatakan, pada ujian tulis, peserta harus menjawab 60 pertanyaan dalam bahasa Arab. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentang Ahlussunah wal Jamaah, bahasa Arab, dan kaidah-kaidah bahasa. Lalu, setelah ujian tulis, selepas dhuhur hari ini, peserta akan menghadapi ujian lisan yang dilakukan 20 orang pengawas.

“Peserta yang lolos dan berhak mendapatkan beasiswa Al-Azhar akan diumumkan minggu-minggu ini. Dari 210 peserta yang akan dinyatakan lolos hanya 30 orang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU pada awal Mei lalu, menjanjikan 30 beasiswa untuk santri NU. Kemudian PBNU melalui Lembaga Perguruan Tinggi NU menjaring santri yang berminat dengan sejumlah persyaratan.

(Abdullah Alawi/NU Online)

Komentari