Dari kiri ke kanan: KH. Habib Syarif Muhammad, KH. Usamah Manshur, KH. M. Muh Ad-Dawami, KH. Hasan Nuri Hidayatullah, H. Asep Syarifuddin, dan H. Aceng Amrullah.
Dari kiri ke kanan: KH. Habib Syarif Muhammad, KH. Usamah Manshur, KH. M. Muh Ad-Dawami, KH. Hasan Nuri Hidayatullah, H. Asep Syarifuddin, dan H. Aceng Amrullah.

Pengurus NU se-Jawa Barat siap melawan berbagai fitnah dan hoax yang dialamatkan kepada NU sebagai organisasi. Disadari bersama bahwa di tahun politik ini, berbagai fitnah diproduksi dan disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengurus NU di berbagai tingkatan diharapkan lebih proaktif melawan berbagai fitnah itu, agar marwah dan kewibawaan organisasi tetap terjaga. Untuk kepentingan itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PWNU Jabar) bersilaturahmi dengan seluruh PCNU, Minggu, 24 Maret 2019, di Gedung Dakwah PWNU Jabar. Pertemuan ini dihadiri lengkap oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU se-Jawa Barat, mengambil tema Satukan Barisan untuk Kejayaan NU dan Bangsa.

“Kita hadapi fitnah dan hoax itu dengan cara yang baik,” ujar Ketua PWNU Jabar KH. Hasan Nuri Hidayatullah. “Cara yang baik itu insyaallah akan melebur berbagai fitnah dan hoax yang dialamatkan kepada kita,” sambungnya.

Para pengurus cabang melaporkan perkembangan terakhir di daerah masing-masing. Secara umum, pergerakan NU di daerah cukup positif dan semakin kompak. Terpilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi H. Joko Widodo, diakui membawa hikmah besar pada konsolidasi warga NU di daerah.

Pengurus Cabang NU se-Jawa Barat melaporkan perkembangan NU di cabang masing-masing.
Pengurus Cabang NU se-Jawa Barat melaporkan perkembangan NU di cabang masing-masing.

“Kita patut bersyukur dengan perkembangan cabang-cabang NU ini,” ujar Rais Syuriyah PWNU Jabar KH. M. Nuh Ad-Dawami. “Semoga Kiai Ma’ruf Amin hasil maksud dan membawa berkah untuk NU,” sambungnya.

Kiai Nuh kembali mengingatkan bahwa manusia itu terbagi dua, yang mensyukuri nikmat dan yang kufur nikmat.

“Jadilah orang yang syukur nikmat agar Allah melipatgandakan nikmat-Nya. Jangan sekali-kali kufur nikmat, sebab diancam Allah dengan azab yang keras,” ujar Kiai Nuh.

Khusus dalam menghadapi perbedaan pilihan dalam hajatan politik di bulan April, Kiai Nuh meminta para pengurus NU di daerah dapat bersikap lugas. Menurutnya, tidak perlu memaksakan diri merangkul tokoh yang jelas berbeda pilihan, tetapi juga jangan melawan mereka. Kiai Nuh juga mengingatkan agar jangan sampai menjelek-jelekkan yang berbeda pilihan, agar tidak menambah musuh.

“Fokus saja pada pilihan kita sendiri. Bekerjalah dengan ikhlas dan penuh semangat. Soal kemenangan, anggap saja itu sebagai bonus,” tutur Pengasuh Pesantren Nurul Huda Cisurupan itu.

Acara silaturahmi ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Mustasyar PWNU Jabar KH. Habib Syarif Alaydarus.

(iip Yahya)

Komentari