RMI, PCNU Sumedang, NKRI, PWNU Jabar, Jawa Barat Ja
Halaqah RMINU Sumedang.

Dalam rangka memperkuat peran pondok pesantren untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama  (RMINU) Kabupaten Sumedang melaksanakan halaqah kiai pimpinan pesantren NU se-Kabupaten Sumedang pada Rabu (26/7).

Halaqah yang dihadiri oleh 70 kiai yang mewakili pondok pesantren yang ada di Sumedang ini bertempat di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Ketua RMINU Kabupaten Sumedang Masrur Jaelani mengatakan bahwa pondok pesantren jauh sebelum merdeka sudah berperan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Pesantren mampu mendorong para santri dan masyarakat untuk selalu membela dan mencintai tanah air.

“Saat ini Indonesia sudah merdeka. Tugas pondok pesantren tatap harus berperan menunjukkan eksistensinya dalam membangun NKRI. Pesantren di Sumedang harus betul-betul bisa berkontribusi dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI,” katanya.

Hal ini, kata dia, senada dengan NU yang dari dulu sampai sekarang tetap konsisten mendukung supaya NKRI tetap utuh, aman, sentosa, dan masyarakat bisa tenang dalam hidup berbangsa, bernegara, serta aman dalam beribadah.

Sementara Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh berharap agar para pimpinan pesantren tetap bersama dan bersatu dalam mengisi pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas pendidikan di pesantren. Selain itu pesantren juga harus mampu menangkal radikalisme dan melawan paham-paham yang ingin menghancurkan NKRI dan Pancasila.

“PCNU Sumedang melalui RMI NU mendorong dan memohon kepada pemerintah untuk ikut berperan membantu pesantren dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarananya untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan di pesantren. Karena pesantren, kiai, dan para santrinya merupakan kekuatan yang melindungi NKRI dan pancasila sejak zaman awal kemerdekaan,” tutup KH Sa’dulloh.

(Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi/NU Online)

Komentari