Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis. Dok. islami.co

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Amany Lubis mengatakan, keluarga adalah pendidikan pertama yang diterima seorang muslim. Untuk itu, di bulan yang suci ini, harus ada kemauan umat muslim untuk mengamalkan ayat Al-Qur’an yang mewajibkan menjaga diri dan keluarga dari siksaan api neraka.

Ia mengutip ayat 66 surat At-Tahrim, yang artinya Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Menurut akademisi yang sudah menjelajahi 30 negara di lima benua ini, Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk mengharmoniskan hubungan seseorang dengan keluarganya. Upaya itu bisa dilakukan dengan terus menjalin silaturahim kembali dengan sanak saudara yang berada di tempat yang jauh.

“Jadi keluarga sangat penting, kita doakan sehat walafiat dan bisa berpuasa dengan baik, puasa ini untuk saling mengingatkan,” kata Amany saat memberikan kultum tarawih pertama di Masjid Fatullah UIN Jakarta, Ahad (5/5) malam.

Ramadhan, ujar wanita yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ilmuwan Muslimah Indonesia ini, juga harus diisi dengan tiga hal antra lain isi Ramadhan dengan positif thinking (berprasangka baik), positif action (berprilaku baik), dan positif aspiration (mengajak kebaikan).

“Isi puasa dengan hal hal positif, positif thinking, postif action, positif aspiration, agar harapan harapan kita semua jadi positif sehingga Allah bisa mengabulkan keinginan kita semua,” kata Alumni pendidikan singkat (PPSA) XVIII Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI tahun 2012 ini.

Ia menjabarkan, Islam melalui Hadits Rasulullah SAW telah banyak menceritakan banyak hal untuk diambil intisarinya. Misalnya, kata Nabi, di bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka dan pintu pintu neraka ditutup.

Sehingga ia memiliki keyakinan Ramadhan adalah bulan yang tidak hanya membahagiakan umat muslim yang masih hidup tetapi membuat bahagia umat muslim yang telah wafat. Termasuk kata dia, setan-setan yang dikerangkeng oleh Allah SWT.

“Hari ini tidak diperlihatkan pintu neraka, ditutup dan setan juga dibelenggu,” ucapnya.

Untuk itu ia berpesan kepada semua muslim di Indonesia untuk memanfaatkan Ramadhan sebaik mungkin. Ia optimis apa yang dilakukan oleh masyarakat islam hari ini akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

(Abdul Rahman Ahdori/Muiz/NU Online)

Komentari