PERGUNU, KSP
Pengurus PP PERGUNU bersama Kepala Staf Kepresidenan Jend TNI (Purn.) Moeldoko. Foto: KSP

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) akan mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Asrama Haji Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada tanggal 5-6 Mei 2018. Tema yang diangkat dalam Rakernas adalah “Guru Aswaja Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia dan Islam Rahmatan lil Alamin.” Demikian disampaikan pengurus PP PERGUNU saat menjumpai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jend TNI (Purn) Moeldoko, Selasa, 20 Maret 2018. PP Pergunu berharap Presiden Joko Widodo berkenan membuka Rakernas tersebut.

Persebaran PERGUNU saat ini meliputi 34 provinsi, 412 pengurus anak cabang, 3.370 pengurus anak cabang dengan lebih dari 12 ribu anggota.

“Rakernas PERGUNU akan dihadiri pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia yang berjumlah kurang lebih 1.200 peserta,” kata Agus Mulyana, Wakil Sekretariat Jenderal PERGUNU.

 

Perlindungan Guru

Dalam pertemuan ini PERGUNU mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk Komisi Perlindungan Guru. Hal ini sebagai bentuk perlindungan serta kesejahteraan untuk para guru dengan memberikan kepastian perlindungan hukum maupun pengawasan pelaksanaan peraturan.

“Saya mendukung usulan itu,” kata Moeldoko. Menurutnya, problem yang dihadapi bangsa saat ini adalah miskin hati. Bagaimana rasa hormat kepada orang tua atau tokoh berkurang. “Orang seenaknya menghujat pimpinannya, menyebar hoax, dan yang paling bisa menghadapi ini adalah para guru,” ujarnya.

Guru menjadi instrumen utama dalam pembangunan karakter. Hal ini berkaitan dengan visi misi presiden yang ingin menyiapkan SDM kedepan yang semakin baik, unggul dan memiliki daya saing. Guru berkontribusi dan memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter ini. Guru bukan hanya sekedar pendidik, tetapi juga sebagai panutan.

(KSP)

Komentari