Rais Aam PBNU KH Dr Ma'ruf Amin.
Rais Aam PBNU KH Dr Ma'ruf Amin.

Rais ‘Aam Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin tidak memungkiri bahwa perubahan zaman mengharuskan juga perubahan pola dakwah para ulama. Hal ini yang ia sebut sebagai ulama transformatif yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Namun, ulama transformatif yang Kiai Ma’ruf maksud ialah ulama yang mampu memberikan perubahan di segala lini kehidupan. Hal itu ia tekankan saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) II yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU, Ahad (22/7) di Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat.

“Permasalahan dan tantangan keulamaan terus berkembang. Ulama harus transformatif dalam mengikuti kebutuhan dan perubahan zaman,” tutur Kiai Ma’ruf Amin.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten ini juga menggarisbawahi bahwa peserta PPWK adalah syuriyah di NU sehingga memiliki banyak tanggung jawab atas umat.

“Oleh karena itu, syuriyah harus memiliki empat sikap, yaitu faqihun, munadzim, muharrikkun, dan mutabari’un,” tutur Kiai Ma’ruf.

Kegiatan PPWK II ini merupakan kegiatan pertama dari rangkaian kegiatan Pelatihan Pengkaderan Wawasan Keulamaan NU tahun 2018 setelah PPWK I dilaksanakan pada 2017 lalu.

Kegiatan ini berlangsung dalam dua daurah yang masing-masing akan berlangsung selama sepekan penuh. Untuk daurah kedua, pengkaderan wawasan keulamaan rencananya akan berlangsung pada akhir tahun sekaligus menutup kegiatan ini.

Mengangkat tema NU, Islam, dan Kebangsaan, kegiatan PPWK ini dihadiri oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad, Sekretaris Lakpesdam Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI Ahmad Zayadi, dan wakil Ketua LBM PBNU KH Moqsith Ghazali.

Beberapa tokoh juga dijadwalkan mengisi kegiatan ini di antaranya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Guru Besar Tafsir-Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Said Agil Husin Al-Munawar.

(Fathoni/NU Online)

Komentari