Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. Dok. NU Online
Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. Dok. NU Online

Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin bersyukur karena NU mampu bertahan dengan umur yang panjang, warganya banyak dan tetap kompak.

“NU ini umurnya panjang, besar dan tetep bersatu, karena itu kita bersyukur sekali,” kata Kiai Ma’ruf saat menyampaikan sambutan pada acara Silaturahim Nasional di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (30/8) malam.

Usia NU yang dalam waktu dekat mencapai 100 tahun pertama ini diharapkan sudah mempunyai landasan yang kuat sehingga pada 100 tahun kedua, NU tinggal landas melalui upaya-upaya pembaharuan. Ia pun mengutip hadits Nabi tentang seorang pembaharu pada setiap awal 100 tahun.

“Setiap tahun itu ada tajdid. Kita ingin pembaharu itu NU sebagai lembaga. Oleh karena itu, tidak melakukan pembaharuan ajarannya, tetapi harakahnya, gerakannya. Ini saya kira yang perlu kita siapkan,” jelasnya.

Sebagai organisasi keumatan, ia pun meminta agar NU tetap menjadi pengawal, pelayan dan terus memperbaiki umat dengan berbagai program seperti memberikan pelayanan rumah sakit yang telah didirikan NU di berbagai tempat.

Ia bersyukur ada gerakan koin NU dan cepat menyebar di berbagai wilayah,  seperti di Jawa dan Bali. Melihat perkembangan yang cepat itu, menurutnya menjadi penyemangat untuk menjadikan koin NU sebagai gerakan nasional. “Oleh karena itu, gerakan koin NU kita dirikan menjadi gerakan nasional,” ucapnya.

(Husni Sahal/Ahmad Rozali/NU Online)

Komentari