Jawa Barat, NU Jabar Online

Dalam rangka Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke-94, PWNU Jabar melakukan silaturahmi ke seluruh cabang se-Jawa Barat. Silaturahmi ini dilaksanakan pada 30 Januari sampai dengan 1 Februari 2020.

Perwakilan PWNU dibagi dalam tiga tim yang masing-masing mengunjungi sembilan cabang. Tim 1 terdiri dari KH. Kiagus Zaenal Mubarok (Wakil Ketua), H. Rd. Salamun Adiningrat, (Wakil Ketua), H. Ahmad Dasuki (Wakil Sekretaris), dan H. Taufik Ardani (Wakil Bendahara). Tim dua beranggotakan KH. Awan Sanusi (KH. Awan Sanusi, Wkl Ketua, H. Aceng Amrullah, Wkl Sekretaris, H. Ahmad Husen Jali, Wkl Sekretaris, dan . Ujang Nurjaman, M.Pd (Sekretaris), dan Ujang Nurjaman, M.Pd (Wakil Sekretaris). Tim 3 terdiri dari KH. Lukman Hakim (Wakil Ketua), H. Abdul Rofe Taufik Umar (Wakil Sekretaris), H. Sofyan Hadi (Wakil Sekretaris) dan H. Dadang Nawawi (Wakil Bendahara).

“Silaturahmi ini mempunyai tiga agenda,” papar Sekretaris PWNU H. Asep S. Abdillah. “Pertama, paparan perkembangan konsolidasi PCNU, khususnya mengenai optimalisasi peran MWC dan ranting. Kedua, paparan PCNU tentang program “Meneguhkan Kemandirian NU”. Ketiga, sosialisasi PWNU tentang aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) NU.”
Secara umum, pengurus cabang menyambut baik kehadiran tim silaturahim PWNU itu. “Alhamdulillah kedatangan kami disambut baik oleh cabang,” ujar KH. Awan Sanusi yang memimpin Tim 2. “Mereka termotivasi untuk meningkatkan ghiroh ber-NU menjelang satu abad. Para pengurus cabang merespon sangat baik atas tiga agenda yang ditawarkan dan siap menyukseskannya,” sambung salah satu pengasuh Pesantren Nurulhuda Cibojong, Cisurupan, Garut itu.

Terkait optimalisasi MWC dan ranting, secara formal sudah berjalan. “Konsolidasi MWC dan Ranting di tiap PCNU pada dasarnya sudah merata,” ujar KH. Kiagus Zaenal Mubarok yang memimpin Tim 1. “Memang prosesnya masih bersifat formalistik, perlu disempurnakan antara amaliah, fikrah dan harakah secara lebih komprehensif,” lanjut staf pengajar UNPAD itu.

Sementara terkait program SIM NU Jabar, seluruh cabang meminta agar segera diaktivasi. Pengurus cabang akan membantu dengan mengirimkan data yang diperlukan. Melalui SIM ini diharapkan komunikasi antar-pengurus di berbagai tingkatan dapat terjalin lebih baik.
“Aplikasi SIM ini sudah ditunggu dan semuanya meminta agar segera diaktivasi,” terang KH. Lukman Hakim yang memimpin Tim 3. “Pengurus cabang juga meminta agar PWNU Jabar lebih proaktif dalam mengawal dan merealisasikan program kerjasama dengan pemerintah, khususnya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” sambung Pengasuh Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon itu.

Dengan konsolidasi ini diharapkan PWNU Jabar siap untuk tinggal landas memasuki abad kedua NU. Begitu pula dalam menghadapi agenda terdekat, yakni Munas dan Muktamar NU 2020, PCNU se-Jawa Barat diharapkan solid dan kompak.


(Tim PWNU)

Komentari