Peserta Program Doktoral Kelas Pergunu Uninus saat mengunjungki MBI Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Dok. PW Pergunu
Peserta Program Doktoral Kelas Pergunu Uninus saat mengunjungki MBI Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Dok. PW Pergunu

Sebagai bentuk implementasi dari Mata Kuliah Standarisasi dan Profesionalisasi Pendidikan, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pendidikan Kelas Pergunu Uninus Bandung, baru baru ini (25/08) melaksanakan  kunjungan ilmiah ke Madrasah Berbasis Internasional (MBI) Ammanatul Ummah Pacet Mojokerto.  MBI Amanatul Ummah  adalah Madrasah Aliyah (MA) yang merupakan satu dari sekian banyak lembaga pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Ammantul Ummah. Yayasan ini didirikan dan dipimpin oleh Dr KH Asep Saepudin Chalim, MA, putera dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yaitu KH Abdul Chalim.

Melihat keistimewaan dan keunggulan pengelolaan dari MBI Amanatul Ummah ini, yang mengkolaborasikan pendidikan umum berstandar internasional dan pendidikan agama yang berbasis Aswaja An-Nahdliyah, menjadi sebuah pertimbangan mahasiswa program doktoral ilmu pendidikan uninus bandung melaksanakan stu kunjungan ilmiah ke madrasah tersebut.

Acara dikemas dalam bentuk halaqah pendidikan dan kunjungan langsung melihat implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilaksanakan di MBI Ammanatul Ummah. Ujang Berlian mewakili pimpinan Uninus Bandung sekaligus sebagai dosen pembimbing menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga atas penerimaan dari MBI Ammantul Ummah dan menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan ilmiah tersebut. Achmad Chudlori selaku direktur MBI AUb menyampaikan secara singkat keunggulan sekolahnya. Ia sampaikan, MBI AU menyajikan kurikulum yang dapat merangkum Kurikulum Nasional dan Kurikulum Internasional, serta Kurikulum Al Azhar (Kairo-Mesir). Sehingga lulusannya meraih tiga ijazah yaitu Ijazah Nasional, Ijazah dari Al Azhar (Kairo-Mesir) dan Ijazah Toefl dari AMINEF.

MBI Amanatul Ummah yang sering dijadikan obyek studi banding bagi sekolah/madrasah dari hampir seluruh Indonesia. Sekolah ini memberikan pengawasan penuh 24 jam dari mulai pelaksanaan solat malam, Subuh berjama’ah,  kajian kitab hingga solat Isya’, solat tasbih, dan terakhir belajar kelompok.

Dimoderatori oleh Agus Idris, diskusi berlangsung sangat dinamis, interaktif dan menarik. Mahasiswa yang rata-rata juga pelaku pendidikan baik sebagai guru, ustad, kepala sekolah, pengawas, dosen dan praktisi pendidikan lainnya sangat antusias memberikan berbagai pertanyaan dan pernyataan tentang standarisasi dan profesionalisasi pendidikan khususnya yang diterapkan di MBI Ammanatul Ummah. Sangat banyak penjelasan yang disampaikan oleh pak cecep tentang sistem dan prosedur belajar mengajar di MBI Ammanatul Ummah, ini tentu menjadi bahan pencerahan dan gagasan terbaik untuk mahasiswa dalam mengimplementasikan konsep di institusi pendidikan masing-masing.

(Heri Kuswara/PW Pergunu)

Komentari