Anak-anak adalah harapan masa depan. Dok. NU Online.
Anak-anak adalah harapan masa depan. Dok. NU Online.

Islam memiliki prinsip kasih sayang sebagaimana Allah mengutus Nabi Muhammad untuk menebarkan rahmat bagi semesta alam. Namun, saat ini terlihat seperti terjadi penipisan rasa kasih sayang terhadap keluarga, sesama umat Islam, sesama manusia, bahkan terhadap mahluk lain.

Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama H Masruhin Abdul Majid mengataan rasanya sekarang ini jangankan terhadap sesama umat Islam, terhadap sesama manusia, terhadap binatang, terhadap anaknya pun banyak yang sudah tidak kasih sayang.

“Adanya kejadian di Surabaya, (yakni) orang tua ngajak anaknya bunuh diri, itu menunjukkan orang tua tidak sayang sama anaknya,” jelas Masruhin saat mengisi ceramah menjelang buka puasa bersama di Masjid An-Nahdloh Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

Ia mencontohkan bentuk lain yang secara lahir tampak seperti kasih sayang, misalnya orang tua membelikan handphone atau sepeda motor kepada anaknya. Tapi, jika barang-barang tersebut diberikan kepada anaknya yang belum cakap dalam menggunakannya, pada hakikatnya orang tua sedang mencelakakan anaknya.

“(Membelikan handphone dan sepeda motor) hakikatnya menjerumuskan anak, bukan sayang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Masruhin mengajak umat Islam agar menumbuhkan kembali kasih sayang, baik terhadap keluarga, lingkungan, umat Islam, sesama manusia, maupun binatang.

Masruhin memaparkan prinsip kasih sayang tertera pada Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 107. “Karena prinsip Islam itu wamaa arsalnaka illa rahmatan lil’alamin,”  kata Masruhin. 

 (Husni Sahal/Kendi Setiawan/NU Online)

Komentari