Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PBNU KH Dr Said Aqil Siraj, MA.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PBNU KH Dr Said Aqil Siraj, MA. Foto diambil dari halaman Facebook Teras Kiai Said.

Presiden Joko Widodo meminta dukungan Nahdlatul Ulama untuk merespons persoalan kekerasan terhadap kaum Muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Pada Selasa (5/9/2017) siang ini, Presiden mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dr Said Aqil Siradj ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Pertama, minta dukungan NU sikap pemerintah terhadap tragedi kemanusiaan di Rohingnya,” kata Kiai Said, seusai pertemuan.

Menurut Kiai Said, dalam pertemuan itu, Presiden memaparkan berbagai hal yang sudah dilakukan pemerintah.

Salah satunya, pemerintah sudah membantu membangun sekolah di wilayah Rakhine State tempat warga Rohingya bermukim.

Pemerintah juga berniat membangun rumah sakit senilai Rp 50 miliar.

“Itu pun Presiden mengatakan, tidak banyak dipublikasikan. Enggak usah pamer katanya,” kata Kiai Said.

Pengasuh Pesantren Al Tsaqofah ini menyebutkan, Presiden  juga menjelaskan, langkah pemerintah yang telah mengirim Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Myanmar.

Menlu sudah bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior U Min Aung Hlaing di Nay Pyi Daw dan meminta agar kekerasan terhadap kaum Rohingya segera dihentikan.

“Kalau sampai tidak didengar, misi yang dibawa Bu Retno ini, barangkali Dubes Myanmar bisa dipanggil,” ujar Kiai Said Aqil.

(Kompas.com)

Komentari