PW Pergunu, Metode Fitrah, PCNU Purwakarta, PWNU Jabar, Jawa Barat
Workshop Bahasa Arab Metode Fitrah PW Pergunu di Purwakarta.

Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat bekerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore selenggarakan pendidikam dan latihan (Diklat) pengajaran bahasa arab dengan metode Fitrah selama tiga hari, dari tanggal 22-24 September 2017, di Kampus Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) YPAT Purwakarta.

Turut hadir dalam pembukaan Direktut AMIK YPAT Purwakarta Drs. KH. M Jhon Dien, M.M., Ketua RMI Purwakarta Drs. KH. Muhamad Yani, dan Ketua PP Pergunu H. Saepuloh. Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 orang guru bahasa Arab perwakilam dari tiap kecamatan se Kabupaten Purwakarta.

Drs. KH Jhon Dien bergembira dan bersyukur atas dijadikannya kampus AMIK sebagai tempat penyelenggaraan Diklat tersebut.

PW Pergunu, Metode Fitrah, PCNU Purwakarta, PWNU Jabar, Jawa Barat
Peserta workshop mengikuti paparam narasumber dengan khidmat.

“Kami sebagai tuan rumah bersyukur bisa ditempati workshop ini dan berhap semua peserta mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar H Jhon Dien yang juga Ketua MUI Kab. Purwakarta itu.

Sementara Ketua PP Pergunu H Saepuloh mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Pergunu dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan NU.

“Guru merupakan ujung tombak dalam pendidikan. Oleh karena itu, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya,” tutur Saepuloh.

Lebih lanjut Saepuloh menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya Pergunu dalam peningkatan dan pengembangan kompetensi guru-guru bahasa Arab dalam metodologi pembelajaran.

“Kami berharap, metode Fitrah bisa menjadi salah satu rujukan bagi guru bahasa Arab dalam proses pembelajaran,” sambungnya.

Saepuloh juga meminta agar semua peserta mengikuti diklat dengan maksimal dan dapat menyampaiakan hasilnya kepada guru-guru du sekolah/madrasahnya masing-masing.
Narasumber dalam kegiata tersebut adalah Bukhori Sail Attahiry, Lc., lulusan Mesir yang pernah menjadi Ketua PCINU Mesir dan Agus Dwi Handoko, Lc., dosen STAINU Jakarta.

(PW PEGUNU)

Komentari