PBNU resmikan gedung baru di Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta.
PBNU resmikan gedung baru di Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melangsungkan peresmian perluasan dan renovasi Gedung PBNU 2 di Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/4) sore.

Peresmian ditandai dengan pembubuhan tanda tangan pada prasasti pembangunan oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Ketua Pelaksana, Sultonul Huda memaparkan perluasan pembangunan Gedung PBNU 2 terutama pada bagian belakang gedung lama. Adapaun luas perluasan pembangunan sekitar 250 meter persegi.

“Di bagian belakang membangun gedung yang tadinya dua lantai menjadi empat lantai,” kata Sultonul Huda pada sambutan laporan panitia.

Dengan adanya gedung dan penambahan lantai, ruangan yang ada nantinya dipergunakan oleh instititusi NU seperti lembaga dan badan otonom dalam melakukan berbagai kegiatan.

“Selain itu juga ada aula atau ruang pertemuan, yang dapat digunakan oleh lembaga NU juga oleh pihak luar NU,” tambahnya.

Pelaksanaan pembangunan renovasi, lanujut Sultonul Huda, dimulai saat ketua pelaksana dipegang oleh Awan PBNU, Imam Mudzakir.

“Di tengah perjalanan (pembangunan), Pak Imam Mudzakir meninggal dunia padahal diperkirakan baru mencapai 35 persen,” ungkapnya.

Selain ruang aula untuk di lantai empat, juga berhasil diselesaikan pembangunan ruangan di lantai tiga untuk ruang kelas Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) dengan jumlah ruang sebanyak lima buah. Berikutnya lantai dua untuk PP Maarif NU, lantai satu untuk beberapa lembaga yang tidak mendapatkan tempat di Gedung PBNU 1 di Kramat Raya Jakarta Pusat.

“LKK NU, Jatman, JQH, Pergunu. Semoga bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Di samping pembangunan ruangan, juga dilakukan pemasangan lift berkapasitas 12 orang atau 800 kilogram. Sebelumnya ruang lift memang sudah disediakan.

Melengkapi kebutuhan penerangan dan fasilitas yang ada di Gedung PBNU 2, dilakukan penambahan daya listrik.

“Yang semula 20 ribu watt, ditambah sampai 88 ribu watt. Ini akan kuat untuk seluruh kebutuhan penerangan dan fasilitas yang ada di gedung PBNU 2,” rinci Sultonul.

Sebagai antisipasi adanya pemadaman listrik, tak lupa panitia telah melakukan pembelian dan pemasangan genset.

“Untuk antisipasi bila ada kesulitan. Genset dan lift juga sudah dioperasionalkan,” tegasnya.

Selain disaksikan civitas akademika dan mahasiswa Unusia Jakarta, peresmian pembangunan dan renovasi Gedung PBNU 2 juga dihadiri Wakil Rais Aam KH Miftakhul Achyar, KH Nurul Yakin Ishaq, KH Ahmad Ishomuddin, Waketum PBNU Maksum Mahfoedz,  Sekjen PBNU Helmy Faishal Zainy, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nazaruddin Umar, Ketua PBNU Sulton Fatoni, Ketua PBNU Juri Ardiantoro, Wasekjen Andy Najmi, Wasekjen Isfah Abidal Azis, Ketua PBNU H Syahrizal Syarif, Ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani, Ketua PBNU H Eman Suryaman, serta ketua-ketua lembaga di bawah PBNU.

(Kendi Setiawan/NU Online)

Komentari