PBNU, Muhammadiyah, Tolak FDS, PWNU Jabar, Jawa Barat
Ketua Umum PBNU KH Dr Said Aqil Siraj dan Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meng-ikhbar-kan (mengabarkan) bahwa 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada Kamis (17/5). Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini berdasarkan laporan tim rukyatul hilal PBNU di beberapa titik yang telah ditunjuk.

Berdasarkan laporan dari 21 lokasi rukyatul hilal tidak terlihat bulan. Artinya, umur bulan Sya’ban diistikmalkan menjadi 30 hari,” ujarnya setelah mendengarkan laporan dari beberapa titik melalui sambungan telekonferens di Gedung PBNU, Selasa (15/5).

Oleh karena itu, PBNU mengikhbarkan bahwa awal Ramadhan 1439 H jatuh pada hari Kamis (17/5). Pelaksanaan shalat tarawih Rabu (16/5) malam.

PBNU melakukan pemantauan melalui telekonferens di Maluku Utara, Jakarta, Blitar, Merauke, Malaysia, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Seluruh titik pemantauan tersebut tidak berhasil melihat hilal. Hal ini disebabkan karena posisi hilal yang cukup jauh dari standar minimal ketinggian, yakni dua derajat.

“Minus 0 derajat 18 menit,” ujar Wakil Ketua Lembaga Falakiyah NU Rusli Arsyad.

Hal ini berarti pengumuman PBNU sama dengan ketetapan pemerintah yang diputuskan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat konferensi pers di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (15/5).

(Syakir NF/Fathoni/NU Online)

Komentari