Rentetan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Barat dan gempa yang diikuti tsunami di Sulawesi Tengah telah meluluhlantakkan bangunan dan menghilangkan ribuan nyawa. Atas peristiwa tersebut, PBNU mengadakan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Jl Kedoya Duri Raya, Jakarta Barat, Sabtu (6/10) malam. Kegiatan ini diikuti sejumlah pengurus harian PBNU, seperti Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, tokoh masyarakat setempat, ratusan warga, dan santri Pesantren Ekonomi Darul Uchawh. Doa bersama yang mengusung tema Bersatu Padu Indonesia Bangkit ini dilakukan dengan pembacaan manaqib, al-Barzanji, dan istighotsah. Dalam sambutannya, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud mengajak semua pihak agar sering bertaubat dan beristighosah untuk menolak bahaya dan berbagai persoalan bangsa cepat terselesaikan.
Rentetan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Barat dan gempa yang diikuti tsunami di Sulawesi Tengah telah meluluhlantakkan bangunan dan menghilangkan ribuan nyawa. Atas peristiwa tersebut, PBNU mengadakan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Jl Kedoya Duri Raya, Jakarta Barat, Sabtu (6/10) malam. Kegiatan ini diikuti sejumlah pengurus harian PBNU, seperti Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, tokoh masyarakat setempat, ratusan warga, dan santri Pesantren Ekonomi Darul Uchawh. Doa bersama yang mengusung tema Bersatu Padu Indonesia Bangkit ini dilakukan dengan pembacaan manaqib, al-Barzanji, dan istighotsah. Dalam sambutannya, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud mengajak semua pihak agar sering bertaubat dan beristighosah untuk menolak bahaya dan berbagai persoalan bangsa cepat terselesaikan. "Mari kita bertaubat dan beristighosah. PBNU mengajak kita semua menolak bala dengan bershalawat, dzikir. Doa-doa ini doa istimewa, memohon kepada Allah agar Bangsa kita tidak kena bala. Bangsa kita agar cepat keluar dari berbagai persoalan," kata Marsudi. Sementara Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa bencana alam yang terjadi di beberapa daerah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT "Maka bagi NU tidak ada cara lain, kecuali mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala seraya terus berdoa," ucapnya. Menurut pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu, kegiatan doa bersama juga akan dilaksanan di daerah-daerah lain di Indonesia. (Husni Sahal/Kendi Setiawan/NU Online)

Rentetan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Barat dan gempa yang diikuti tsunami di Sulawesi Tengah telah meluluhlantakkan bangunan dan menghilangkan ribuan nyawa.

Atas peristiwa tersebut, PBNU mengadakan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Jl Kedoya Duri Raya, Jakarta Barat, Sabtu (6/10) malam.

Kegiatan ini diikuti sejumlah pengurus harian PBNU, seperti Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, tokoh masyarakat setempat, ratusan warga, dan santri Pesantren Ekonomi Darul Uchawh.

Doa bersama yang mengusung tema Bersatu Padu Indonesia Bangkit ini dilakukan dengan pembacaan manaqib, al-Barzanji, dan  istighotsah.

Dalam sambutannya, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud mengajak semua pihak agar sering bertaubat dan beristighosah untuk menolak bahaya dan berbagai persoalan bangsa cepat terselesaikan.

“Mari kita bertaubat dan beristighosah. PBNU mengajak kita semua menolak bala dengan bershalawat, dzikir. Doa-doa ini doa istimewa, memohon kepada Allah agar Bangsa kita tidak kena bala. Bangsa kita agar cepat keluar dari berbagai persoalan,” kata Marsudi.

Sementara Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa bencana alam yang terjadi di beberapa daerah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT

“Maka bagi NU tidak ada cara lain, kecuali mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala seraya terus berdoa,” ucapnya.

Menurut pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu, kegiatan doa bersama juga akan dilaksanan di daerah-daerah lain di Indonesia.

(Husni Sahal/Kendi Setiawan/NU Online)

Komentari