PBNU, Rabithah Alawiyah, Penguatan Ekonomi, PWNU Jabar, Jawa Barat
Kerjasama penguatan ekonomi antara PBNU an Rabithah Alawiyah.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Rabithah Alawiyah menggelar halaqah bertajuk Kabar Gembira di Tengah Kesulitan’dengan pembicara ulama asal Yaman, Alhabib Umar bin Salim bin Hafidz.

Dalam kesempatan itu Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini menyampaikan pentingnya pertemuan ulama untuk memecahkan masalah umat.

“Perlunya pertemuan ulama seperti ini, semoga kedepan bisa direncanakan lebih besar dan fokus kepada pemecahan masalah umat. Misal membicarakan apa kekuatan dan kelemahan kita,” tutur Helmy dalam sambutannya di Crowne Hotel, Jakarta, Selasa (17/10).

Hal itu, lanjut Kang Helmy, penting karena data dari Bank Indonesia dari seluruh uang yang beredar di Indonesia 80 persen dimiliki hanya 35 orang saja. Ia menambahkan lebih tercengang lagi data global wealth 90 persen aset negara dikuasai 1 persen saja.

“Secara logika sebagai mayoritas seharusnya ikut menentukan arah kebijakan negara, nyatanya masih belum,” imbuh pria kelahiran Cirebon ini.

Sementara Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen bin Umar bin Smith mengatakan penguatan ekonomi umat sebagai salah satu benteng iman dari segala godaan.

“Kristenisasi bukan hanya salah para petugas, kita juga ikut andil karena tidak aktif membentengi dengan membuat penguatan ekonomi, sebagai salah satu sebabnya,” tutur Habib Zen.

Hal senada disampaikan Habib Umar bin Hafidz dalam ceramah, dimana ekonomi tergantung niatnya. Jika diniatkan mencari ekonomi untuk berjuang di jalan Allah SWT maka itu jalan yang dibenarkan.

“Seperti dalam sebuah riwayat ada anak muda pergi ke pasar, ada sahabat yang bilang seandainya kekuatan digunakan untuk pergi jihad ke medan perang lebih bermanfaat. Namun Baginda Rasullullah menuturkan jangan mudah menilai, jika niatnya untuk menafkahi bapak dan ibunya maka fisabilillah, jika niatnya untuk memenuhi kebutuhannya sehingga ia tidak perlu mengemis maka fisabilillah tapi jika niatnya untuk menumpuk harta, pamer maka ia dijalan setan,” tutur Almusnid AlHabib Umar bin Salim bin Hafidz.

Hadir dalam kegiatan KH Hasib Wahab, KH Manarul Hidayah, KH An’im Mahrus, KH Syarifudin Amsir, H. Hanif Saha.

(Syamsud Duha/Kendi Setiawan/NU Online)

Komentari