Mohammad An’am Nazilly, Pagar Nusa, PCNU Kabupaten Tasikmalaya, PWNU Jabar, Jawa Barat
Mohammad An’am Nazilly, SE., Ketua PCPS NU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya.

Pengurus Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PS NU) Kabupaten Tasikmalaya mendukung penuh Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2017. Dukungan kepada PERPPU ini sebagai bentuk ikut menjaga Negara Kesatuan Republikk Indonesia dari faham-faham yang menginginkan Indonesia hancur.

“Kami Pengurus Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya mendukung pemerintah membubarkan ormas yang anti terhadap pancasila dan UUD 1945, karena mereka mengancam kedaulatan NKRI,” demikian tegas Ketua Pengurus Cabang PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad An’am Nazilly, SE., saat memberikan sambutan pada pembukaan Konfercab III Pagar Nusa di Aula PC NU Kabupaten Tasikmalaya, 20 Juli 2017.

Selain mendukung PERPPU tersebut, dia menambahkan, Pagar Nusa juga mendorong pemerintah untuk tegas dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Alasan dukungan ini, menurut pria yang akrab dipanggil Aa ini, untuk membangun bangsa Indonesia menjadi negara yang bersih, maju dan sejahtera.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kita dalam menghadapi krisis multidimensi yang dihadapi bangsa. Mari kita wujudkan negara yang kita cintai ini menjadi negara yang makmur, anti kekerasan, anti diskriminasi dan anti terorisme,” ajak pendekar yang kembali terpilih sebagai Ketua PCPS NU Pagar Nusa Tasikmalaya ini.

Untuk mewujudkan itu semua, Aa menambahkan, dalam jiwa para jawara harus memiliki kecerdasan mental spiritual, kecerdasan seni gerak dan langkah yang dikemas secara indah, kecerdasan intrapersonal melalui kemampuan bela diri serta kecerdasan kinestetik berupa olah raga.

“Ini semua dibutuhkan untuk membangun karakter generasi yang memiliki rasa persaudaraan dan jiwa ksatria. Di situlah para jawara Pagar Nusa harus berpijak,” pungkasnya.

(Teks & Foto: Asep Sufian Sya’roni/Tasikmalaya)

Komentari