Noor Rafiqa, Ketua PW Fatayat Jawa Barat terpilih periode 2019-2024.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Barat Periode 2019-2024 terpilih Noor Rafiqa mengajak kepada seluruh kader Fatayat untuk bersama-sama membangun organisasi yang maju dan modern.

“Saya mengajak kepada seluruh kader Fatayat NU untuk sama-sama membangun organisasi Fatayat agar menjadi organisasi yang maju dan unggul yang memiliki manfaat bagi nusa, bangsa, dan agama,” ujar Noor Rafiqa.

Hal itu disampaikan sesaat dirinya dirinya terpilih pada Konferensi Wilayah (Konferwil) XI Fatayat NU Jawa Barat di Bandung, Sabtu-Ahad (13-14/7).

Noor Rafiqa ketiga dari kiri, terpilih sebagai Ketua PW Fatayat Jabar 2019-2024.
Noor Rafiqa ketiga dari kiri, terpilih sebagai Ketua PW Fatayat Jabar 2019-2024.

Menurutnya, Fatayat NU sebagai organisasi perempuan di tubuh Nahdlatul Ulama, diharapkan dapat menjadi wadah aktualisasi para pemudi di Nahdlatul Ulama. “Terutama dalam mengawal kader Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” sambungnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa terdapat banyak tugas yang harus dilakukan oleh Fatayat NU. Terlebih, masalah penguatan SDM dan penguatan kelembagaan Fatayat. “Mari kita sama-sama menghidupi organisasi ini,” pungkasnya.

Konferwl XI NU Jawa Barat ini ditutup oleh Gubernur Jawa Barat H Muhammad Ridwan Kamil, di Gedung Sate Bandung. Ia mengapresiasi setiap langkah yang dilakukan perempuan dalam berperan untuk membangun bangsa.

“Saya menyambut baik langkah-langkah aktif kaum perempuan yang mau ikut andil dalam membangun bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Pengurus PW Fatayat Jabar bersama Gubernur Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung.
Pengurus PW Fatayat Jabar bersama Gubernur Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung.

Sejumlah Cabang mengharapkan terjadi perubahan signifikan di tubuh badan otonom NU tersebut. Ketua Cabang Fatayat NU Kota Banjar Vivi mengatakan, banyak hal strategis yang bisa digarap oleh Fatayat NU Jawa Barat ke depan.

Menurutnya, sebagai badan otonom NU perempuan muda, Fatayat sudah sewajarnya menggarap isu-isu keperempuanan. Selama ini Fatayat NU Jawa Barat konsen terhadap pembangunan karakter keagamaan.

“Dengan kondisi Jawa Barat saat ini, banyak isu strategis lain yang bisa digarap, terutama dalam kaitan keperempuanan seperti pendampingan korban trafficking hingga pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

Di Jawa Barat, kata Vivi, masih banyak kasus trafficking, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, sampai kekerasan dalam rumah tangga yang bisa digarap oleh Fatayat NU yang selama ini masih kurang digarap secara optimal.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Fatayat NU Kota Bogor Dede. Menurutnya, isu-isu stratgis harus mulai menjadi fokus ke depan. “Fatayat NU lima tahun ke depan harus menjadi organisasi yang lebih maju dan bermartabat,” ujarnya.

(Aru Elgete/Muiz/NU Online)

Komentari