Memasuki musim hujan, pastinya kita mesti mewaspadai potensi bencana alam supaya kegiatan sehari-hari dan kesehatan kita tidak terganggu. Di tahun 2020 beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Bandung dan lainya diguyur hujan yang cukup lebat. Hal tersebut tentu menimbulkan berbagai masalah mulai dari tanah longsor hingga banjir.

Pemerintah dan masyarakat harus bertindak secara nyata dalam menyelamatkan linkungan dan mengajak kepada masyarakat untuk melestarikan lingkungan sebagai bentuk cinta tanah air.

Dengan masyarakat menanam pohon yang merupakan gerakan nyata dalam bentuk peduli lingkungan dan melestarikan lingkungan harus terus digelorakan khususnya oleh kaum milenial.

Dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 41-42 :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Rum Ayat 41)

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

Artinya : Katakanlah “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. (Ar-Rum Ayat 42)

Al-Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 56-58 :

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Al-A’raf Ayat 56)

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya : Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (Al-A’raf Ayat 57)

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

Artinya : Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. (Al-A’raf Ayat 58)

Kemudian, salah satu yang terjadi saat ini adalah banjir. Untuk mencegahnya, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari banjir:

  1. Membuang sampah pada tempatnya

Kita sudah seharusnya membuang sampah pada tempatnya. Jangan sampai sampah yang dibuang sembarangan akan menyebabkan sungai maupun saluran air meluap dan membanjiri jalanan serta permukiman.

  1. Menyiapkan lahan penyerapan air 

Jika kita punya halaman depan rumah layaknya taman, maka jangan sampai menutupnya dengan semen beton. Sisakan lahan kosong secukupnya sehingga masih ada tempat untuk penyerapan air. 

  1. Membuat saluran air

Saluran air akan membantu air hujan mengalir tanpa hambatan dengan cukup baik. Saluran air ini bisa berupa saluran untuk air hujan dari atap rumah atau saluran air jenis lainnya.

Selanjutnya, kita berdoa kepada Allah SWT ketika turun hujan sebagaimana dikutip dalam Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta :

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

Artinya : Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

Wallahua‘lam.

Komentari