PPWK Lakpesdam PWNU Jabar, Toleransi, Suryalaya, PWNU Jabar, Jawa Barat
Peserta PPWK Lakpesdam PWNU Jabar di Pesantren Suryalaya Tasikmalaya.

Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keumatan (PPWK) Lakpesdam PWNU

Bertempat di Aula Tarminah Bakti Kampus IAILM Pondok Pesantren Suryalaya, Kamis, (06/09/17), Lakpesdam PWNU Jawa Barat menggelar kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keumatan (PPWK), dengan  dihadiri perwakilan PCNU dari 15 Kab/Kota se-Jawa Barat.

Kegiatan dihadiri Prof. Elyama Suryadinata, Gubernur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mewakili Mendagri Tjahyo Kumolo, Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Barat Prof. Mujiyo Nurkholis, Kiai Acep Zamzam Noor (Budayawan), dan KH. Husen Muhammad ( Pengasuh Ponpes Dar al Tauhid Cirebon).

Dalam sambutannya, Suryadinata, berpesan pentingnya menanamkan sikap ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, wathoniyyah, juga insaniyyah. “Menjaga sikap melalui revolusi mental. gerakan membangun bangsa dengan moral dan etika yang baik, juga secara komprehensif integral, dan holistik.”

Mujiyo Nurkholis, menuturkan, bahwasannya menjadi warga NU adalah kebanggaan dan juga kemajuan. Seperti halnya Aljazair yang damai berkat NU (Nahdlatul Ulama), yang kemudian di Afghanistan pun memiliki organisasi NU.  Dalam Al-fikr an-nadhiyah kita diwajibkan menghormati guru, menghormati sesama, serta menghargai yang di bawah kita. Al-fikr An-nadhiyah adalah pikiran atau  pola berpikir warga NU yang berlandasakan ahlusunnah wal jama’ah. Melalui prinsip tawasuth, tasammuh, ishlahiyah, tathowwuriyah, manhajiyah, dan tawazun. “NU sangatlah metodologis dan selektif. Segala hal harus dilihat terlebih dahulu, di pelajari kembali dan bukan dengan pemahaman sempit melainkan selektif,” paparnya.

Sementara itu sebagai fasilitaor, Marzuki Wahid menyampaikan perlunya mendiskusikan Jawa Barat dalam perspektif NU. “Kita berharap melalui para ulama, umat menjadi satu, khususnya di Jawa Barat ini. Dengan sikap wathoniyyahnya, ulama NU dapat menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling toleran,” tuturnya.

Acara ini ditutup dengan dengan merumuskan konsep, bagaimana sikap NU terhadap tindakan intoleransi, juga cara NU mencegah tindakan intoleransi di Jawa Barat. Dalam acara penutupan ketua Lakpesdam Jawa Barat, Asep Salahudin, menegaskan bahwa deradikalisasi agama di Jawa Barat harus melibatkan semua komponen. Negara dan masyarakat harus memastikan bahwa keragaman lengkap dengan sikap lapang adalah keniscayaan. Budaya Sunda harus menjadi modal kultural untuk membangun kohesi sosial.

(M. Yuhyil Izoma, Mahasiswa Fakultas Syariah IAILM Pesantren Suryalaya)

Komentari