Kata Haul di kalangan masyarakat nusantara sudah tidak asing lagi, begitupun di kalangan masyarakat Cianjur.

Setiap pekan keempat bulan Jumadil Akhir, masyarakat Beber Cianjur selalu mengadakan peringatan Haul Mama Gelar.

Mama Gelar, yang bernama asli Rd. KH. Zain Abdish Shomad adalah salah satu ulama kharismatik dari Cianjur yang juga murid dari Mama Gentur.

Menurut cucu Mama Gelar, Ajengan Aam,
Mama Gelar menempuh pendidikan di tiga pesantren. Pertama, dari Mama Cibitung, setelah itu dilanjut di Gentur, dan setelah pulang mondok dari Gentur, Beliau dijodohkan dengan salah satu putri gurunya, Abuya Kodir.

Setelah beberapa tahun menikah, Mama Gelar pergi menjalankan ibadah haji, namun saat keberangkatannya, ia ditinggal wafat oleh istrinya. Karena tidak mungkin dibatalkan, akhirnya ia memutuskan melanjutkan perjalanan ibadah hajinya.

Sesampainya di Makkah, Mama Gelar tidak hanya menjalankan ibadah haji, tetapi juga meneruskan pendidikannya di Abuya Sayyid Alwi Al-Maliki, selama empat tahun.

Setelah pulang dari Makkah, Mama Gelar mendirikan Pesantren Gelar yang sebelumnya di daerah Petey Condong dan didirikan oleh Kakeknya, yaitu Mama Ibrahim. Dikarenakan Kakeknya sudah melihat kepintaran dirinya, akhirnya diberikanlah tanah wakaf yang berlokasi di daerah Gelar, dan pada saat itu berdirilah Pesantren Gelar.

Selain mengabdi untuk mengurusi masyarakat dan mengajar santri, Mama Gelar juga menulis beberapa kitab, diantaranya yang sudah disusun oleh pihak keluarga adalah kitab Hirjul Mandum dan beberapa tukilan lainnya. Namun pihak keluarga belum mengumpulkan secara utuh karya-karya beliau.

Rd. KH. Zain Abdish Shomad (Mama Gelar) lahir pada tahun 1929, dan wafat pada tahun 1997 pada usia 68 tahun. Ia meninggalkan sembilan putra-putri. Sampai saat ini haulnya selalu diperingati dan didatangi ribuan orang.

Penulis: Jajat Ms

Komentari