Purwakarta, NU Jabar Online

Dalam rangka meneguhkan peran santri di dunia digital, Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Barat menggelar ‘Silatucangkir 2.0’ di Pondok Pesantren Minnatul Huda, Plered Kab. Purwakarta, Jum’at (17/01).

Kegiatan ini juga digelar dalam rangka mempersiapkan agenda Harlah ke-3 dan Kopi Darat (Kopdar) yang akan diselenggarakan pada April 2020 di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Sumedang.

Ketua Pelaksana sekaligus Wakil Koordinator AIS Jawa Barat, Adi Suprihadi dalam sambutannya mengatakan bahwa silatucangkir tersebut diselenggarakan untuk memperkuat jalinan silaturahmi diantara para pengurus dan meneguhkan peran santri dalam dunia digital yang tergabung dalam AIS Jawa Barat.

“Sebagai santri yang hidup di era digital, silaturahmi harus tetap kita jaga dan perkuat. Begitupun dengan peranan kita saat ini harus kita teguhkan kembali, maka dari itu kita adakan silatucangkir yang ke-2 ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina AIS Jawa Barat, H. Mun’im mengapresiasi adanya kegiatan ini. Menurutnya, AIS Jawa Barat sekarang sudah berkembang pesat dari yang tadinya hanya sebagai perkumpulan admin santri yang bergerak dalam platform instragram kemudian merambah ke berbagai platform lainnya.

“AIS Jawa Barat saat ini sudah banyak mengalami perubahan dan berkembang merambah ke berbagai platform sosial media lainnya, tinggal lebih dioptimalkan lagi, dan terus konsisten mensyi’arkan nilai-nilai pesantren dan Islam Ashlussunnah Wal Jama’ah,” tegasnya.

Silatucangkir 2.0 ini disambut hangat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Minnatul Huda termasuk oleh Ketua Yayasannya, H. Nizar Maulana Malik. Ia menyampaikan, meskipun acara yang digelar terbilang sederhana namun menurutnya bermakna karena kehadiran para santri perwakilan dari pelbagai pesantren yang tergabung dalam AIS Jawa Barat.

“Karena yang datang ke pesantren kami adalah para santri perwakilan dari pelbagai pesantren yang ada di Jawa Barat dan tergabung dalam AIS, insya allah acara ini bermakna meskipun sederhana,” ujarnya.

Ia juga berharap agar AIS Jawa Barat terus berkembang dan berperan lebih aktif dalam mensyi’arkan nilai-nilai pesantren di jagat sosial media.

Dalam penutupan, koordinator AIS Jawa Barat Adhia Ahmad Turmudzi menyampaikan, kita harus terus meningkatkan peran kita dalam ranah digital kreatif, agar kita dapat bersaing di berbagai ranah.

“mari sama-sama saling mengingatkan, udunan tenaga untuk kemajuan bersama, satukan tenaga serta gagasan, agar kita mampu menciptakan karya luarbiasa, yang dapat berdampak positif untuk bangsa ini” tututpnya.

Dari hasil silatucangkir 2.0 ini rencananya berupa kegiatan pelatihan untuk mengembangkan skills para santri agar benar-benar memahami problematika dunia digital saat ini yang akan dilaksanakan pada harlah bulan April nanti.

Adrian Fauzi Rahman

Komentari