Cep Herry Syarifuddin, Mengapa Saya Memilih NU, PCNU Bogor, PWNU Jabar, Jawa Barat
Cep Herry Syarifuddin, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrahim Mekarsari, Cileungsi, Bogor dan Pengurus Lembaga Dakwah NU Kabupaten Bogor.

KH Cep Herry Syarifuddin

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrahim Mekarsari, Cileungsi, Bogor.

NU di dalam negeri banyak dicaci maki oleh orang-orang yang baru belajar Islam atau masih mentah penguasaan kitab kuningnya atau yang keliru memahami falsafah perjuangan NU.

Uniknya, justru di luar negeri NU sangat dikagumi dan dihormati serta berkembang pesat dengan berdirinya banyak cabang istimewa NU di berbagai negara. Tercatat beberapa negera Islam sudah belajar konsep Islam rahmatan lil alamin kepada PBNU seperti Afganistan, Libya, Mesir, dan belakangan ini Arab Saudi yang dikenal sebagai basis faham Wahabi dunia. Bahkan pihak Israel yang sudah bingung menghadapi konflik berkepanjangan dengan Palestina lalu meminta saran kepada NU dalam mencari solusinya. Gus Yahya sebagai wakil NU, memberikan solusi sebagaimana yang sudah ditempuh Gusdur yaitu lewat perdamaian keagamaan. Sebab jalur perundingan dan peperangan terbukti menemui jalan buntu, bahkan menimbulkan banyak korban jiwa dan harta yang tidak sedikit.

Baik Gusdur maupun Gus Yahya memandang bahwa dari sisi keagamaan kiranya dapat dicari titik kesamaannya, di mana Islam dan Yahudi berasal dari sumber yang satu yakni Nabi Ibrahim a.s. Beliau dikenal dengan Bapak tiga agama (Islam, Yahudi dan Kristen), karena dari keturunan beliaulah lahirnya ketiga agama tersebut. Dalam sejarah tercatat bahwa Nabi Ibrahim memiliki anak dari Siti Hajar yang bernama Nabi Ismail a.s. yang keturunan selanjutnya melahirkan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai penyebar agama Islam. Sedangkan dari Siti Sarah memiliki anak bernama Nabi Ishaq a.s. yang keturunan selanjutnya melahirkan Yahuda (cikal bakal nama agama Yahudi) dan Nabi Isa a.s. yang dianggap sebagai pembawa agama Nasrani.

Melalui dialog perdamaian yang pertemukan tokoh-tokoh keagamaan dari kedua belah pihak diharapkan menjadi solusi alternatif terbaik dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan tersebut.

Semoga ide cerdas dari Gusdur dan Gus Yahya tadi bisa membuka jalan perdamaian, kesejahteraan dan kemajuan bagi Bangsa Palestina. aamiin ya Mujibas saailiin.

Komentari