(Makesta) ke III, (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Al-Ihya Kota Cirebon

Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Al-Ihya Kota Cirebon mengadakan agenda kaderisasi yaitu Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) ke III (16/19). Makesta yang sudah ketiga kalinya ini diikuti 60 peserta dari kalangan santri mukim dan pondok pesantren setempat.

Pengasuh Pesantren Al-Ihya Dr. KH. Samsudin, M. Ag yang juga selaku Rois Syuriah PCNU Kota Cirebon mengatakan, para santri yang mengikuti Makesta ini agar bisa serius dan mengikuti rangkaian acara dengan baik, karena materi yang disampaikan akan menjadi dasar bagi para santri bisa bermanfaat di Masyarakat, selain itu IPNU IPPNU ini adalah banom dari Nahdlatul Ulama, dan ruh dari NU ini adalah Pondok Pesantren, sehingga perlu nya bagi para santri berorganisasi melalui IPNU IPPNU sehingga NU ini bisa semakin kuat dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan prinsip-prinsip yang dipegang oleh Nahdlatul Ulama.

“Para santri harus menjadi pelopor dalam mendakwahkan kebaikan bagi masyarakat.” jelasnya. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Cirebon yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi Makesta yang terlaksana di Pondok Pesantren Al-Ihya.

“Kegiatan Makesta ini merupakan sebuah langkah bagus yang perlu kita ikuti dengan khidmat dan serius, karena tantangan kita kedepan akan semakin sulit dengan kemajuan perkembangan dari mulai ekonomi, teknologi dan informasi, ” ujar Ketua PC IPNU Kota Cirebon M. Iqna Syam.

Iqna mengharapkan Makesta III di Pondok Pesantren ini akan melahirkan anggota IPNU-IPPNU yang militan, apalagi dibarengi dengan ilmu yang ada di pondok pesantren,” harapnya. Senada dengan Iqna, Ketua PK IPNU IPPNU Ponpes Al-Ihya Rifky Muslim menyampaikan harapannya bahwa para pelajar dan santri NU harus senantiasa meningkatkan kualitas diri, banyak membaca, menulis, dan juga mampu menjadi penggerak di wilayahnya masing-masing.

“Pelajar NU yang muncul dari kalangan santri harus bisa membuktikan kepada masyarakat akan peran nya dalam memberikan pendidikan yang baik dalam berbangsa dan bernegara,” tegasnya. Para peserta yang terdiri dari santri mukim dan delegasi dari berbagai Pondok Pesantren ini tampak bersemangat dan antusias mengikuti materi demi materi yang juga diselingi diskusi kelompok. Acara ini dimulai pukul 19.30 sampai dengan pukul 23.00 WIB dan ditutup dengan prosesi pembaiatan yang dipimpin langsung oleh tim dari Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Cirebon.

(Adrian Fauzi)

Komentari