Ketua LPPNU Jabar Dr. Johar ARifin, Ketua LPPNU Cianjur dan petani KulinKK mengobservasi wilayah KulinKK Haurwangi Cianjur.
Ketua LPPNU Jabar Dr. Johar ARifin, Ketua LPPNU Cianjur dan petani KulinKK mengobservasi wilayah KulinKK Haurwangi Cianjur.

LPPNU Jawa Barat bekerja sama dengan LPPNU Kabupaten Cianjur telah melakukan konsolidasi petani buffer zone hutan di wilayah Cianjur selama tahun 2018. Konsolidasi petani berupa upaya mengelola hutan milik negara yang selama ini dikelola oleh Perum Pehutani menjadi pengelolaan bersama perhutanan social dalam wadah KulinKK (Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan). Salah satu wilayah yang  menjadi obyek perhutanan social ini terdapat di LMDH Wanalestari Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur.

Lahan hutan yang menjadi KulinKK seluas 21 Hektar dengan pemilik 31 petani. Kondisi alam dan vegetasi serta klimatologis yang cocok untuk tanaman lahan kering memberi harapan kepada masyarakat desa ini akan peningkatan kesejahteraan petani. Beberapa komoditas pertanian yang layak menjadi model arus baru ekonomi Indonesia antara lain Jagung, Sorgum dan tanaman keras. Indiustri pengolahan jagung dan sorgum yang ada di Cianjur telah diintermedasi oleh LPPNU untuk bermitra dalam budidaya tanaman ini.

Selain tanaman budidaya, kawasan KulinKK wilayah Haurwangi ini memiliki pesona yang eksotik, antara lain kondisi alam yang indah dan keramahan masyarakat sebagai modal social dan ekonomi untuk membangun pariwisata berbasis perdesaan. Saat ini masyarakat sekitar Bandung dan Cianjur menjadi pengunjung untuk menikmati keindahan alam dan keindahan social. Data pengunjung pada hari libur tidak kurang dari 300 pengunjung yang hanya duduk-duduk dan ber-selpi. Potensi yang luar biasa ini layak dikembangkan menjadi kawasan wisata perdesaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

Berdasarkan potensi yang dimiliki alam desa Haurwangi maka LPPNU Jawa Barat melakukan studi penjajagan dan observasi wilayah untuk menyusun potensi wisata. Hasil observasi ini menunjukkan bahwa kawasan LMDH Wanalestari Desa Haurwangi memiliki modal kelayakan komponen pengembangan produk wisata menurut Reinhold (1991) antara lain Attractions , Accessibilities, dan Amenities.  Desa Wisata ini dapat dijadikan sebagai desa percontohan dalam konsep pariwisata berkelanjutan dengan orientasi utama adalah kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui kelestarian hutan dan vegetasi alam.

 

Komentari