Liga Santri Nusantara, LSN 2017, PP RMI, PWNU Jabar, Jawa Barat
Liga Santri Nusantara 2017 siap bergulir kembali usai Ramadan.

Perhelatan sepakbola pesantren yang dikenal dengan nama Liga Santri Nusantara (LSN) tahun ini akan kembali bergulir usai Ramadan dengan melibatkan 1.024 klub dari seluruh Indonesia. Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif LSN 2017 Mohamad Alfuniam pada rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan LSN 2017.

“Kami berharap LSN tahun ini kembali menemukan ghirohnya dengan diindikasikan oleh keterlibatan aktif dan masif pesantren-pesantren dari Sabang hingga Merauke. Kegiatan ini akan kami bagi ke dalam 32 region yang mencakup 34 provinsi seluruh Indonesia,” terang Alfuniam di Bandung, Sabtu ((10/6).

Sosok yang akrab dipanggil dengan sebutan Kang Niam tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa LSN tahun ini diharapkan bisa merajut kembali kolektivitas kebangsaan setelah akhir-akhir ini nilai-nilai kebinnekaan mendapatkan ujian oleh gejolak sektarianisme dan fundamentalisme keagamaan.

“Sepakbola itu mengandung semangat universal. Ia bukan saja human interest melainkan common interest. Dengan LSN, pesantren ingin menempuh jalan dakwah melalui olahraga karena ia memiliki bahasa yang universal. Sepakbola itu inklusif dan menembus sekat-sekat perbedaan suku, etnis, bahasa, keyakinan serta simbol-simbol primordial lainnya. Inilah yang ingin kita hadirkan, menyerukan kembali khittah kebangsaan Indonesia melalui sepakbola,” tegas Niam.

Lebih lanjut Kang Niam menjelaskan bahwa penyelenggaraan LSN mendapatkan dukungan dari multi-stakeholder. “Kemenpora sangat mendukung acara ini. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kemenpora. Juga PSSI. Selain itu kami juga akan menggandeng sektor swasta, kalangan media, bahkan perwakilan negara-negara sahabat untuk mendukung kesuksesan LSN tahun ini. Masalah olahraga dan keberagaman ini masalah semua orang, semua pihak dan semua bangsa, karenanya kita akan gandeng semuanya,” pungkas Niam.

LSN akan melibatkan setidaknya 990 pertandingan dengan total supporter lebih dari 3 juta jiwa di seluruh pertandingan. Liga santri ini juga akan melibatkan perangkat penyelenggaraan profesional, salah satunya akan bekerja sama dengan Asosiasi Wasit Profesional Indonesia atau AWAPI.

(Ali/Abdullah Alawi/NU Online)

Komentari