Liga Santri Nusantara, RMI, PBNU, Abdul Ghofarrozin, PWNU Jabar, Jawa Barat
KH Dr Said Aqil Siroj dalam Peluncuran Liga Santri Nusantara 2017 di Gedung PBNU.

Peluncuran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 diluncurkan di gedung PBNU, Jakarta, Kamis malam (27/7). LSN mempertandingkan sepak bola antarpesantren di seluruh Indonesia yang akan dimulai Agustus dan berakhir Oktober.

Hadir pada peluncuran LSN 2017 Menteri Pemuda dan Olahraga H. Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, inisiator LSN H. Muhaimin Iskandar, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghofarozzin yang juga Ketua LSN, perwakilan dari PSSI Danurwindo.

LSN merupakan perhelatan sepak bola akbar yang digelar sejak 2015 oleh Kemeterian Pemuda dan Olahraga. Namun, sejak 2016, LSN diadakan Kemenpora denganbekerja sama dengan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah, asosiasi pondok pesantren Nahdlatul Ulama yang menaungi sekitar 23 ribu pesantren.

Menurut Menpora Imam Nahrawi, LSN adalah program yang berpotensi besar untuk mencetak bibit unggul pesepakbola profesional Indonesia. Di gelaran 2015-2016, misalnya LSN menghasilkan 3 pemain yang sempat dipanggil oleh pelatih Indra Sjafri untuk mengikuti seleksi Timnas U-19,” katanya.

Menurut dia, hal itu merupakan prestasi yang membanggakan dari kalangan pesantren yang telah menunjukkan nilai-nilai sportivitas dan kerja sama untuk mengangkat semangat persatuan.

“Tagline dari pesantren untuk NKRI diharapkan dapat memperkuat rajutan dan keutuhan bangsa, melalui sepka bola,” lanjutnya.

Peluncuran dilakukan dengan tendangan bola dari Imam Nahrawi kepada Ketua RMINU KH Abdul Ghofarozzin. Kemudian keduanya membubuhkan tanda tangan di bola tersebut. Turut menandatangani di bola tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, inisiator LSN H. Muhaimin Iskandar, dan Danurwindo.

Diikuti 1.024 Tim dari 34 Provinsi

LSN kali ini diikuti 1024 tim atau pesantren yang berasal dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dengan jumlah tim sebanyak itu, babak penyisihan dibagi ke dalam 32 zona. Sementara pertandingan dari awal hingga akhir diperkiran 990 pertandingan.

Liga Santri Nusantara, RMI, PBNU, PWNU Jabar, Jawa Barat
KH Abdul Ghofarrozin selaku Katua PP RMI meluncurkan LSN 2017.

Menurut Ketua LSN 2017 KH Abdul Ghofarrozin, LSN menerapkan peraturan dan mekanisme pengawasan sesuai dengan persyaratan yang berlaku secara nasional dan internasional.

“Untuk menjaga profesionalitas pertandingan, LSN dilaksanakan bekerja sama dengan Asosiasi Wasit Perangkat Perlandingan Profesional Indonesia (AWAPPI),” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sepak bola sebagai olahraga yang digemari dan mudah diserap menjadi bagian dari rajutan kehidupan sosial budaya Indonesia karena kesederhanannya. Sepak bola terbukti mampu menjadi sebuah kegiatan yang inklusif dan menembus sekat-sekat perbedaan suku, etnis, bahasa, keyakinan, serta simbol-simbol primordial lainnya.

“Di pesantren, eratnya sepak bola dengan kehidupan santri menjadikan olahraga ini sebagai kegiatan unggulan” pungkas Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama tersebut.

(Abdullah Alawi/NU Online)

Komentari