diskusi Perempuan, Media, dan Ruang Publik di Gedung PBNU (7/5/'18)
diskusi Perempuan, Media, dan Ruang Publik di Gedung PBNU (7/5/'18)

Saat ini, peluang perempuan untuk terlibat di ranah publik sama dengan laki-laki. Sudah bukan zamannya lagi isu perempuan tidak diberdayakan di ranah publik. Asalkan dapat menunjukkan kualitas, perempuan dapat menujukkan perannya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kopri PB PMII, Septi Rahmawati pada diskusi Perempuan, Media, dan Ruang Publik di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (7/5).

“Kualitas perempuan juga harus ditunjukkan di media masa dan media sosial. Jika perempuan berhasil menunjukkan kualitas, masyarakat dan media yang semula tidak pro kepada perempuan, akan mendukung keterlibataan perempuan,” ujar Septi.

Oleh karena itu, perempuan masa kini harus meningkatkan kualitas dirinya agar mampu mengisi ruang-ruang strategis di ranah publik. Peningkatan kualitas tersebut dilakukan melalui pendidikan maupun keaktifan dalam organisasi serta komunitas-komunitas.

Dengan berkembangnya media masa dan media sosial, perempuan bukan sebagai objek media. “Perempuan harus mampu memegang kendali ruang-ruang media,” lanjut perempuan kelahiran Lampung ini.

Selain itu, berkembangnya teknologi yang semakin pesat, banyak pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan keterlibatan perempuan yang akan hilang. Tetapi di sisi lain juga hadir peluang-peluang baru jika memanfaatkan teknologi tersebut.

Atas dasar itu, perempuan harus menguasai teknologi. “Adanya teknlogi yang makin maju, perempuan harus melakukan inovasi yang kreatif,” ujarnya.

Septi menyebut, kader Kopri PMII turut menyuarakan informasi yang bermanfaat. Penyebaran informasi positif melalui media sosial sangat mudah saat ini. Berbeda dengan beberapa tahun lalu yang penyebaran informasi harus menggunakan majalah cetak.

“Dengan gambar menarik melalui instagram atau video pendek, mari sama-sama meningkatkan kualitas,” ujarnya.

(Kendi Setiawan/Fathoni/NU Online)

Komentari