Arus Informasi Santri, Jihad dan Dakwah, Media Sosial, PWNU Jabar, Jawa Barat
Peserta Kopdar Arus Informasi santri Jawa Barat.

Komunitas pegiat sosial media kalangan santri, Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Barat gelar pertemuan atau “Kopdar” di Pondok Pesantren Darul Falah Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat, Minggu, (20/08/’17).

Hadir 47 peserta perwakilan Admin Media Sosial Ponpes yang ada di Jawa Barat. Acara dimulai pukul 11.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars “Ya Lal Wathon”, lalu sambutan dari penggagas acara, Saiful Rizal, perwakilan dari Kabupaten Bogor.

Acara dikemas dengan bincang ringan dan saling berbagi pengalaman serta gagasan dari tiap pondok pesantren. Dilanjut dengan diskusi bersama tema: “Eksistensi Pesantren di Era Digital”, yang dipandu Jaja Jaliluddin.Dalam kesempatan tersebut Jaja menerangkan bahwa pentingnya sosial media sebagai wasilah dakwah kaum santri di era digital dan beradaptasi dengan lingkungan.

“Allimun nasa biqadri ‘uqulihim. Ajarilah manusia sesuai kadar akalnya. Di sini ditekankan bahwa santri sebagai pelanjut kepemimpinan dunia Islam, mesti tau medan dakwah termasuk dakwah wal jihad bil internet dengan sasarannya adalah kaum pengguna sosial media,” terang Jaja yang juga Pembina AIS Jabar itu.

Kpdar ini berhasil melakukan pembentukan kepengurusan AIS Jawa Barat. Jaja Jaliluddin dari Tasikmalaya sebagai pembina, Muhammad Vidi sebagai Ketua, dan Saiful Rizal ditunjuk sebagai wakil ketua dari Kabupaten Bogor.

Selain membentuk kepengurusan baru, AIS JABAR juga membentuk 3 divisi pendukung kepengurusan, di antaranya Divisi Design Grafis, Divisi Pengolah Konten dan Divisi Teknik pengelolaan akun.

(Dham/Saiful Rizal)

Komentari