PCNU Purwakarta, KH Soleh, KH Hasan Nuri Hidayatullah, PWNU Jabar, Jawa Barat
Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah (berbaju putih) memimpin kunjungan kerja ke PCNU Purwakarta.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat terus berbenah memperkuat aspek jam’iyyah (organisasi). Salah satu upaya ke arah itu adalah kunjungan PWNU ke setiap cabang. Seperti tampak pada Sabtu, 19/8/2017, PWNU Jabar dipimpin langsung oleh KH Hasan Nuri Hidayatullah bersilaturahmi ke PCNU Purwakarta. Kabupaten yang terkenal dengan sate maranggi ini merupakan tempat kelima yang dikunjungi PWNU sejak Gus Hasan terpilih sebagai ketua.

Dihadiri puluhan pengurus PCNU, Banom, lembaga dan MWC NU se-Purwakarta, pertemuan berlangsung hangat dan dialogis.

Rais Syuriyah PCNU Purwakarta KH Dr Abun Bunyamin, MA., dalam sambutannya mengingatkan bahwa pengurus NU harus solid, efisien, efektif, bermanfaat, dan berdaya guna. Dengan prinsip-prinsip organisasi yang baik itulah, para pengurus jam’iyyah dapat mengantarkan jamaahnya mampu menjalankan dua tugas penting warga Nahdliyin.

Pertama, menjaga agama, yaitu dengan hidup lurus menjalankan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah. Umat bisa menjaga diri dari pengaruh berbagai aliran sesat yang terus berganti rupa dan wajah, terutama Wahabisme.

“Oleh karena itu, NU harus dominan dalam kuantitas dan kualitas,” tegas Ajengan yang juga menjadi Wakil Rais Syuriyah PWNU Jabar ini.

Kedua, lanjut Kiai Abun, adalah menjaga negara yang telah ikut diperjuangkan oleh para ulama nasionalis. Sebagai warga Indonesia, kita menghadapi tantangan radikalisme, separatisme, dan bahaya penyebaran narkoba yang luar biasa masif. Upaya itu dapat terwujud jika Nahdliyin sudah terlepas dari keterbelakanagn pendidikan dan ekonomi. Jika jamaahnya berkualitas, maka NU akan dapat mengawasi jalannya pembangunan.

“Seperti rencana pembangunan Meikarta yang kurang sosialisasi dan tidak memperdulikan lingkungan sekitar, ini harus kita waspadai” tutur Ajengan Abun, “Jangan sampai kita jadi tamu di tanah kelahiran sendiri,” tegasnya. Meikarta adalah konsep pembangunan kota raksasa baru yang digagas konglomerat properti dari Lippo Group.

PCNU Purwakarta, KH Soleh, KH Hasan Nuri Hidayatullah, PWNU Jabar, Jawa Barat
Puluhan pengurus PCNU, Banom, Lembaga dan MWC se-Purwakarta dengan khidmat mengikut kunjungan kerja PWNU Jabar.

Turun ke Bawah

Sementara itu Gus Hasan mengingatkan pentingnya ukhuwwah an-Nahdliyyah dalam mengembangkan jam’iyyah. Menurutnya, solidaritas sesama warga NU itu penting agar penerapan prinsip ukhuwwah yang lainnya menjadi relevan.

Ketua PWNU juga mendorong agar para pengurus menguasai sejarah NU. “Jangan sampai pengurus tidak tahu makna lambang NU,” ujarnya mencontohkan. “Mengapa ada bumi yang diikat tali yang kendor, mengapa bintangnya lima di atas dan empat di bawah?” lanjutnya. Menurut Gus Hasan, dengan penguasaan yang baik atas makna di balik lambang NU ini saja, pengurus sudah bisa menjelaskan garis NU besar kepada umat.

“Kita sebagai pengurus tidak cukup lagi menjelaskan NU di forum-forum terbatas. Para pengurus harus turun ke bawah, menemui jamaah di mesjid-mesjid. Menyelipkan sejarah dan ajaran NU dalam setiap kesempatan berdakwah,” papar Gus Hasan.

Karena mengurus NU itu harus siap dengan komitmen keulamaan, maka mengisi mimbar-mimbar pengajian hingga ke tingkat bawah dengan materi Aswaja an-Nahdliyyah adalah kesempatan terbaik dalam membesarkan NU di Jawa Barat.

“Mimbar-mimbar pengajian inilah yang tidak boleh lepas direbut kelompok lain. NU Jabar belum punya TV, radio, dan media penunjang lainnya yang memadai,” tutur Gus Hasan.

Pengasuh Pesantren Ash-Shiddiqiyah Karawang ini mengingatkan agar konsolidasi pengurus NU berbasis pada dua kegiatan pokok, yakni bahtsul masail (keilmuan) dan lailatul ijtima’ (taqarrub). Dengan menjalankan dua hal itu secara bersama-sama, maka hablun minannas dan hablun minallah, dapat dijalankan bersama-sama.

Terkait hal ini, Ketua PCNU Purwakarta KH Soleh menjelaskan bahwa setiap hari Sabtu pertama setiap bulan, dilaksanakan bahtsul masail.

“Sesuai anjuran Ketua PWNU, mari tradisi bahtsul masail di Purwakarta ini kita ikuti bersama-sama dengan mengajak jamaah dari masing-masing MWC,” ujar Kiai Soleh. Ia juga menjanjikan akan segera melanjutkan konsolidasi ke setiap MWC yang sempat tertunda.

(PWNU Jabar)

Komentari