KH Musyfiq Amrullah, PCNU Subang, PWNU Jabar, Jawa Barat
Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah. Foto: NU Online

Seorang muslim sudah sepatutnya mengikuti ajaran Islam secara berjamaah dan masuk kelompok aswadul a’dzam, karena orang-orang ini kelak akan diselamatkan Allah SWT. Untuk itu, memilih ber-NU sudah menjadi keputusan tepat karena selain mempunyai jamaah yang banyak, NU juga mempunyai fikrah, amaliah dan harakah yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Demikian disampaikan KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Kabupaten Subang pada kegiatan Roadshow Aswaja NU di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Dusun Kertamukti Desa Jayamukti Kecamatan Blanakan, Subang. Ahad (4/3).

“Dengan ber-NU, kita juga bisa mengikuti ulama yang mempunyai pangkat waratsatul anbiya,” katanya. Karena di NU banyak alim ulama yang sudah tidak diragukan lagi keilmuannya dan yang lebih penting lagi sanad keilmuwan ulama NU sudah jelas dan tersambung sampai kepada Rasulullah SAW, lanjutnya di hadapan pengurus MWCNU Kecamatan Blanakan dan Kecamatan Sukasari itu.

Pengasuh Pesantren Attawazun itu menambahkan, dengan keilmuwan yang mumpuni ini para alim ulama NU tidak akan memutuskan suatu hukum secara sembarangan. Apalagi tanpa memperhatikan ayat Al-Qur`an dan Hadits serta pandangan para ulama terdahulu. “Dengan demikian, kita akan bisa menjaga ajaran Islam Ahlussunh wal Jama`ah dan tidak akan tersesat,” tandasnya.

Di NU juga ada Islam Nusantara. “Ini bukan madzhab baru, dan bukan ajaran baru karena Islam Nusantara adalah ajaran Islam yang diwariskan oleh para Wali Songo,” ungkapnya.

Dalam penjelasan lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa keberadaasn Islam Nusantara adalah ajaran Islam yang mengakomodir budaya lokal asal budaya tersebut tidak bertentangan dengan ajaran prinsip Islam. “Jika ada budaya yang bertentangan dengan syariat Islam tentu saja ulama NU akan tegas menolaknya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kiai Musyfiq juga menyampaikan kerugian jika tidak bergabung dengan NU. Di antaranya adalah tidak akan mendapatkan bimbingan ulama. “Padahal ulama NU selalu ada hampir di setiap pelosok daerah. Jika sudah tidak mendapatkan bimbingan ulama maka akan mudah dipengaruhi oleh ajaran menyimpang,” urainya.

“Apalagi di zaman teknologi informasi seperti sekarang, ajaran menyimpang dan informasi hoaks sangat mudah sekali untuk disebarkan,” katanya. Sehingga jika tidak ber-NU, maka akan mudah dipengaruhi ajaran menyimpang atau menelan informasi hoaks secara mentah-mentah.

(Aiz Luthfi/Ibnu Nawawi/NU Online)

Komentari