Wakil Presiden terpilih Prof. Dr (Hon.) KH. Ma'ruf Amin saat menyampaikan sambutan dalam acara Tasyakkur Kebangsaan Bersama Ulama di Bandung. Dok. Tim Media PWNU
Wakil Presiden terpilih Prof. Dr (Hon.) KH. Ma'ruf Amin saat menyampaikan sambutan dalam acara Tasyakkur Kebangsaan Bersama Ulama di Bandung. Dok. Tim Media PWNU

Wakil Presiden terpilih, Prof. Dr. (hon.) KH Ma’ruf Amin bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat mengadakan silaturahmi bersama 1.200 ulama   Jawa Barat di Hotel Horison Bandung. Silaturahmi dengan tajuk “Tasyakkur Kebangsaan Bersama Ulama” ini dilangsungkan sebagai upaya sinergitas visi pemerintah Republik Indonesia bersama ulama Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, tokoh lintas agama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) se-Jawa Barat, badan otonom serta sejumlah tokoh dan pengusaha.

“Jadi apapun saya, di manapun saya berada, saya tetap kader NU,” tegas KH Ma’ruf Amin.

Mustasyar PBNU itu juga berterimakasihi atas dukungan warga Jawa Barat, khususnya kader Nahdlatul Ulama yang telah berpartisipasi melaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden pada April 2019. “Hal ini menjadi bukti bahwasannya NU bisa bersatu dan mampu mensinergikan kekuatan dalam upaya merapatkan barisan, konsolidasi, revitalisasi dan melakukan pembenahan-pembenahan dalam tubuh NU untuk kemaslahatan bangsa dan agama,” paparnya.

1.200 Kiai dan Nyai se-Jawa Barat antusias menyimak sambutan KH. Ma'ruf Amin. Dok. Tim Media PWNU
1.200 Kiai dan Nyai se-Jawa Barat antusias menyimak sambutan KH. Ma’ruf Amin. Dok. Tim Media PWNU

Dorongan untuk melakukan ijtihad tafkiri juga disampaikan oleh Kiai  Ma’ruf guna memperkuat cara berfikir kader NU dalam melahirkan suatu pendapat yang berlandaskan manhaj ahlussunah wal jama’ah annahdliyyah. Ia menyampaikan perlu adanya penambahan kata annahdliyyah di akhir, sebab banyak aliran yang mengatakan berpaham ahlussunah wal jama’ah, namun esensinya jauh dari apa yang disampaikan.

“Pesantren itu harus mampu mendirikan pendidikan vokasi yang pada outputnya seperti Gus Iwan, kalian tahu apa itu Gus Iwan? Gus iwan itu singkatan dari Santri Bagus, Pintar ngaji dan usahawan,” jelas Kiai Ma’ruf yang disambut tawa dan tepung tangan para kiai dan nyai yang hadir. Hal tersebut mengingat visi Indonesia ke depan dalam upaya menciptakan SDM Unggul Indonesia Maju. Kalangan pesantren tdak boleh ketinggalan lagi, melankan harus menjadi pemain yang aktif bahkan berada di depan untuk memandu masyarakat.

(Tim Media PWNU)

Komentari