KH Sarkosi Subki, KH Eef Nuruddin, JATMAN, PWNU Jabar, Jawa Barat
KH Dr Sarkosi Subki (Rois) dan KH Dr Eef Nuruddin (Mudir), memimpin JATMAN Jabar 2017-2022.

Ratusan ulama dari 27 cabang Jam’iyah Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) se-Jawa Barat menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) JATMAN Jabar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Kota Banjar, Minggu (01/10/2017).

Sebelum memulai Konferwil, mereka bersama-sama membacakan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani yang dipimpin langsung Pimpinan Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, KH. Munawir Abdurrohim. Ribuan santri serta masyarakat setempat serta perwakilan dari pemerintah setempat juga tampak hadir di lokasi kegiatan.

KH. Muslih Abdurrohim, Ketua JATMAN Jabar, mengatakan, Konferwil yang dilaksanakan lima tahun sekali tersebut merupakan agenda wajib yang dilaksanakan organisasi para ulama tarekat di Jawa Barat tersebut. Selain itu, ia juga menyampaikan dalam Konferwil tersebut merupakan bentuk realisasi kepengurusan JATMAN Jabar dalam program-program yang sebelumnya sudah direncanakan.

Konferwil JATMAN, Citangkolo, Kota Banjar, PWNU Jabar, Jawa Barat
Konferwil JATMAN di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar.

“Kita ingin JATMAN merupakan organisasi yang benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk selalu menjaga tradisi serta mengamalkan ajaran-ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah. Kita selalu memohon kepada Alloh agar negeri ini diberi kedamaian,” ujar Muslih yang juga pengasuh Ponpes Miftahul Huda Al Azhar.

Ia menambahkan, dalam Konferwil tersebut, para ulama mendorong agar masyarakat selalu waspada terhadap isu ataupun berita yang mengakibatkan perpecahan bangsa Indonesia. Dengan tabayyun, kata ia, masyarakat Indonesia diyakini akan terhindar dari isu-isu yang menyesatkan hingga perpecahan.

“Jangan sampai kita terjebak dengan berbagai isu yang mana kita tidak melakukan tabayyun terlebih dahulu sebelum meresponnya. Tentunya, para ulama selalu mengajak masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Sebab, semboyan kita yang tidak bisa diganggu lagi adalah NKRI Harga mati,” tegasnya.

Konferwil kemudian memilih KH. Dr. Achmad Sarkosi Subkhi sebagai rois dan KH. Dr. Muslih Abdurrahim, M.Pd.I wakil rois awwal. Sementara untuk mudir terpilih KH. Dr. Eef Nuruddin, M.Pd.I.

Kepengurusan lengkap akan disusun selama dua minggu ke depan oleh formatur yang terdiri (1) Rois terpilih, (2) Idaroh Aliyah, (3) Dr. KH. Eef Nuruddin, M.Pd.I mewakili zona Utara (Bekasi, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang), (4) KH. Atang Suryana, mewakili zona Selatan (Banjar, Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, Tasikmalaya), (5) KH. Zamzami Amin, mewakili zona Timur (Cirebon, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu), (6) KH. Nurdin Mubarok, M.Ag, mewakili zona Barat (Depok, Bogor, Bogor, Sukabumi, Sukabumi, Cianjur), dan (7) H.A. Saeful Mu’min, mewakili zona Priangan (Bandung, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Garut, Sumedang).

(Muhafid/HR-Online/Ada S Mubin)

Komentari