Peserta Pelatihan Intensif Jurnalistik PW IPNU Jabar dan nujabar.or.id, 16-18 Agustus 2018 di Gedung Dakwah PWNU Jabar. Foto: PW IPNU Jabar.
Peserta Pelatihan Intensif Jurnalistik PW IPNU Jabar dan nujabar.or.id, 16-18 Agustus 2018 di Gedung Dakwah PWNU Jabar. Foto: PW IPNU Jabar.

Tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2018, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Jawa Barat meluncurkan sebuah wadah baru untuk berkarya di bidang penulisan dan jurnalistik. Wadah itu diberi nama sastrasantri.id. Website tersebut terwujud berkat kerja sama antara PW IPNU yang dipimpin oleh Ziyad Ahmad dan Media PWNU Jabar yang dikelola oleh Iip Yahya.

Menurut Iip Yahya, sastrasantri.id sebagai ruang berkreasi bagi santri di seluruh Indonesia. Di dalamnya akan dimuat berbagai karya sastra, seperti puisi, cerita pendek, esai, nazhoman, dalam bentuk tulisan maupun audio visual.

“Sekarang ini para santri yang mempunyai bakat seni, kesulitan untuk menemukan media dalam menyebarkan karya dan kreasinya. Santri yang berbakat menulis, bersuara merdu, menyukai teater, sekarang punya tempat memajang karyanya. Sastrasantri.id ini nantinya akan memuat semua itu,” kata editor buku “NU Penjaga NKRI’ itu di Kantor Pengurus Wilayah (PW) NU, Jalan Terusan Galunggung 9, Kota Bandung, pada Jum’at (17/8).

Terkait pemilihan tanggal, Kang Iip mengaku agar para santri mampu berjuang di media sosial sebagai bagian dari mempertahankan kemerdekaan RI. Selain itu juga merupakan ruang dakwah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Kalau ada santri yang tidak bisa menulis puisi atau cerpen, tapi bisa ceramah atau solawatan serta azan dengan suara merdu,  tersedia rubrik video. Mereka bisa mengirimkan video tersebut. Tidak bisa menulis puisi tapi bisanya membaca puisi, silakan kirim juga,” jelasnya. “Pengiriman karya bisa melalui media sosial atau melalui jasa pos. Jangan sampai ada alasan santri tidak bisa dimuat karyanya karena alasan pengiriman,” tambahnya.

Sesuai kesepakatan peserta, lanjut Kang Iip, kalau mereka sudah intens mengirimkan karya, akan diberikan sebuah kartu yang unik sebagai identitas bahwa mereka sudah menjadi bagian dari sastrasantri.id.

“Kartu itu nanti kita siapkan bersama. Siapa pun yang mengirim dan memenuhi syarat tertentu, akan disebut sebagai Rekan Jurmiah, singkatan dari Jurnalis Milenial Ahlussunnah,” katanya. Nama ini menurutnya merupakan kesepakatan bersama para peserta Pelatihan Jurnalis Milenial NU 2018 yang berlangsung pada 16-18 Agustus 2018.

Ia berharap, sastrasantri.id bisa langgeng dalam rangka mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah di media sosial. “Dengan begitu, kita bisa membendung gerakan kelompok radikal yang berkedok agama,” tutup Kang Iip dengan nada optimis.

(Aru Elgete/PW IPNU Jabar)

Komentari