Presiden Joko Widodo, Majelis Dzikir Hubbul Wathon, KH Dr Ma'ruf Amin, PWNU Jabar, Jawa Barat
Presiden Joko Widodo dalam Halaqah Nasional Alim Ulama.

Presiden Joko Widodo mengaku di berbagai konferensi internasional yang ia kunjungi selalu menyampaikan fakta keberagaman Indonesia yang luar biasa. Meski bineka, tapi rakyat Indonesia mampu hidup rukun satu sama lain.

Ia menjelaskan, Indonesia terdiri dari 17.000 pulau, 714 lebih suku, 1100 bahasa lokal yang berbeda, 415 kabupaten, dan 34 provinsi. Kenyataan ini, kata Jokowi, mengherankan para petinggi negara lain dan mengundang pertanyaan bagaimana mengelola negara seberagam itu.

Ia mengatakan hal itu dalam acara halaqah alim ulama dan deklarasi Majelis Dzikir Hubbul Wathan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/7) malam ini. Deklarasi dilakukan Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin.

Menurut Presiden, kondisi Tanah Air yang relatif stabil tidak lepas dari peran ulama yang berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Ia berharap Majelis Dzikir Hubbul Wathan menjadi wahana yang kian menguatkan hubungan antara ulama dan pemerintah.

Ia membandingkan dengan negara-negara lain, misalnya Afganistan, yang tak sebineka Indonesia namun mudah didera konflik yang tak berkesudahan. Indonesia mampu menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman karena umat Islam yang merupakan penduduk terbesar menerapkan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.

“Indonesia bisa menjadi rujukan, role model, bagi negara-negara di dunia,” ujarnya.

Halaqah alim ulama ini dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, KH Maimun Zubair, KH Miftahul Akhyar, KH Anwar Manshur, Tuan Guru Turmudzi, dan ulama lainnya.

(Mahbib/NU Online)

Komentari