Rapimnas IPNU, Asep Irfan Mujahid, PWNU Jabar, Jawa Barat
Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid.

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Bandung ditutup secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Asep Irfan Mujahid, pada Senin (20/11/2017).

Dalam sambutan penutupannya, Asep mengatakan, bahwa rekomendasi yang telah dirumuskan tidak hanya selesai hanya dibacakan, tetapi harus diwujudkan dengan program nyata. Ia juga berharap agar Pimpinan Wilayah proaktif dalam membangun komunikasi dan menyampaikannya ke PC.

Asep juga menyampaikan, bahwa keterbatasan pelaksanaan, tidak mengurangi khidmah kader dalam berorganisasi.

“Keterbatasan pelaksanaan rapat pimpinan nasional ini tidak mengurangi khidmah kita dalam mengawal proses organisasi, mengawal ikhtiar kita untuk mewujudkan organisasi lebih baik,” katanya.

Mewakili pimpinan wilayah se-Indonesia, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Barat Ziyad Ahmad menyampaikan beberapa pesan. IPNU, menurutnya, berdasar diskusi bersama seluruh PW, harus mengambil peran dalam wacana besar nasional.

“Organisasi berperan dalam memberikan wacana besar,” katanya.

Kondisi di tengah zaman yang terus bergerak secara dinamis ini membuat IPNU harus menyesuaikan diri. “IPNU harus mampu menyesuaikan diri dengan konteks pelajar zaman now,” katanya.

Selain itu, Pimpinan Pusat juga, menurut Ziyad, harus kembali mengkaji model kaderisasi berdasarkan data riil.

“PP harus kembali mengkaji sistem kaderisasi by data.”

Rekomendasi
Sementara itu, Ketua PP IPNU bidang jaringan kepesantrenan Aqib Malik menyampaikan beberapa rumusan rekomendasi pada malam sebelum penutupan. Ia mengatakan, bahwa PW harus memperkuat konsolidasi dan keterampilan anggota.

“Menguatkan konsolidasi di masing-masing wilayah untuk menghadapi dan merespon kekuatan luar yang mau merongrong dan menghancurkan pelajar dan generasi muda bangsa Indonesia,” katanya.

PP IPNU juga mengajak semua pihak untuk bersama memberi penguatan kebangsaan guna mencegah radikalisme yang sudah menjalar di dunia pelajar.

“PP IPNU mengharap penguatan materi kebangsaan dan kebhinnekaan, pendidikan inklusif dan nilai-nilai keagamaan yang moderat di dunia pendidikan guna menangkal radikalisme,” ujar Gus Aqib, begitu ia akrab disapa.

Selain itu, dalam hal narkoba, penting diketahui juga, bahwa ada pula yang menawarkannya agar kuat dalam berzikir.

“PP IPNU mengimbau kepada semua pihak untuk tidak bosan-bosan menyerukan bahaya narkoba kepada pelajar dan generasi muda mengingat bentuk narkoba sudah sangat beragam. Begitupun menawarkannya. Bahkan ada yang menawarkan agar zikirnya kuat dengan mengatakannya sebagai obat atau vitamin, padahal narkoba,” pungkasnya.

Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi Abdullah Muhdi PP IPNU mengatakan, dalam waktu dekat, PP IPNU akan menggelar workshop kaderisasi dan merampungkan buku kaderisasi nasional.

(Syakirnf/Abdullah Alawi/NU Online)

Komentari