Mahbub Djunaidi, PMII, Jazz, Esay, PWNU Jabar, Jawa Barat
Sejumlah tokoh NU hadiri Haul Pendiri PMII Mahbub Djunaidi.

Memeriahkan haul Mahbub Djunaidi, PMII Komisariat Unusia dan Komunitas Omah Aksoro menggelar Jazz dan Esai-esai Mahbub Djunaidi, Kamis (8/10). Acara bertempat di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jl Taman Amir Hamzah, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, dimeriahkan penampilan musik jazz dan pembacaan esai-esai Mahbub Djunaidi oleh sejumlah tokoh dan aktivis.

“Enak sekali Mahbub malam ini. Di sana ia pasti sedang terkekeh dan menertawakan kekonyolan dunia bersama Gus Dur, Benyamin S, dan tokoh-tokoh lainnya,” ujar Isfandiari MD, salah satu putra Mahbub Djunaidi di lokasi acara.

Yuri Mahatma, putra Mahbub lainnya mengungkapkan dirinya sangat terkesan dengan acara tersebut.

“Sudah 22 tahun papa meninggalkan keluarga besar. Dan pada hari ini kita diingatkan ulang dan papa sangat diapresiasi di sini. Jadi terima kasih banyak,” ujar Yuri.

Sementara Beben Supendi Mulyana (Beben Jazz) berkomentar, musik jazz adalah musik yang penuh warna. Musik jazz itu bebas tapi juga bertanggungjawab.

“Kalau di dunia jazz, mungkin Mahbub adalah jazz. Karena Mahbub juga hidupnya penuh warna. Dia juga bebas, tapi kebebasannya dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sekjen PBNU Helmy Faizal Zaini, Ketua PBNU Syahrizal Syarif, Ketua PBNU M Sulton Fatoni, Rektor Unusia Maksum Maffoedz, selain hadir juga turut membacakan karya Mahbub Djunaidi.

Kenangan Imam Nahrawi

Even diapresiasi penuh oleh Imam Nahrawi. Dirinya merasa beruntung bisa hadir dalam kegiatan tersebut.

“Malam ini saya merasa beruntung bisa hadir di sini. Mahbub adalah sosok yang menginspirasi. Mahbub adalah guru kita, inspirator bagi anak-anak muda. Pemikirannya ia tuliskan dengan tinta yang kritis dan menjadi torehan sejarah. Karena itu, kini ia melegenda di kalangan anak muda, di anak-anak PMII khususnya,” ungkapnya disambut meriah tepuk tangan hadirin.

Imam membacakan manakib melalui esai untuk almarhum Mahbub yang berjudul “Manusia Ruang”.

“Mahbub adalah manusia ruang yang bisa menampung kebencian, kekecewaan, keindahan, dan segalanya. Dunia berada dalam genggamannya, bukan di dalam hatinya. Ia ubah tragedi menjadi komedi. Tulisannya tajam, aktual, dan terpercaya. Mirip slogan Liputan Enam. Bedanya, Liputan Enam tidak lucu,” papar pria kelahiran Bangkalan Madura yang pernah menjadi Ketua PC PMII Surabaya dan Ketua PKC PMII Jawa Timur ini.

Usai pembacaan manakib pertama oleh Imam Nahrawi, acara dilanjutkan dengan pembacaan manakib dari berbagai tokoh dan aktivis, diiringi dan diselingi penampilan musik jazz dari Beben Jazz dan Komunitas Jazz Kemayoran (KJK).

(Dwi Putri/Kendi Setiawan/NU Online)

Komentari