Neng Dara Affiah, Aktivis Perempuan NU, Fatayat, PWNU jabar, Jawa Barat
Dr Neng Dara Affiah, M.Si., Ketua II PP Fatayat NU, Mantan komisioner Komnas Perempuan.

Dr. Neng Dara Affiah, M.Si

Ketua II PP Fatayat NU

Catatan dari Munas dan Konbes NU 2017

Sekitar tahun 2010, Komnas Perempuan Komnas berikhtiar mengintegrasikan perpspektif hak-hak masyarakat, terutama hak-hak perempuan dengan kemampuan berbeda ke dalam kerja-kerjanya. Kami, para komisioner ketika itu, belajar dengan menghadirkan lembaga-lembaga dari luar negeri, terutama dari Australia atas pengalaman mereka dalam melayani dan menyediakan fasilitas untuk orang-orang dengan kemampuan berbeda ini. Pada saat itu, saya merasakan dan menyaksikan, pembicaraan tentang hak-hak manusia dengan kemampuan berbeda ini masih sangat sepi dan lamat-lamat diperhatikan, dalam arti, masih sangat sedikit orang memperhatikan dan membahasnya.

Dalam pleno Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Mataram, 25 November 2017, hak-hak manusia dengan kemampuan berbeda ini mendapatkan perhatian dan pembahasan serius dari para ulama NU se-Indonesia. Dengan dibacakan oleh Dr. Abdul Moqsith, terbit pendapat bahwa negara berkewajiban bukan hanya membuat kebijakan, melainkan juga harus menyediakan fasilitas publik yang ramah terhadap mereka. Begitu juga dengan ruang-ruang komunal seperti rumah ibadah.

Ilhamudin, Lombok, Munas & Konbes NU 2017, PBNU, PWNU jabar, Jawa Barat
Ustadz Ilhamudin asal Lombok, seorang difabel netra, pembaca ayat Al-Qurán dalam Pembukaan Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok, NTB.

Khutbah-khutbah keagamaan yang disampaikan juga perlu mempertimbangkan kaum difabel netra, difabel ungu, dan sebagainya. Karena itu, ketika khutbah disampaikan, masjid-masjid di Indonesia perlu menyediakan bahasa isyarat, teks tertulis, dan sebagainya.

Saya menyaksikan suasana yang sangat berbeda dalam Munas dan Konbes kali ini, karena banyak dihadiri saudari/a kita yang difabel. Suatu kemajuan yang signifikan, karena telah menempatkan kaum difabel dengan martabat yang setara dengan hak-hak manusia lainnya.

Komentari