Yaqut Cholil Coumas, Gus Yaqut, PKD Ansor, Diklatasar Banser, Sukaresmi Garut, PWNU Jabar, Jawa Barat
Yaqut Cholil Coumas atau Gus Yaqut saat memberikan sambutan di kegiatan PKD Ansor dan Diklatsar Banser Sukaresmi Garut.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, H. Yaqut Cholil Coumas yang turut hadir pada acara Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di Sukaresmi Garut (20/8/’17), berpesan agar kader Ansor dan Banser senantiasa menjaga komitmen kebangsaan dan meyakininya sesuai dengan syariat agama.

Harus yakin. Kader Ansor dan Banser harus yakin bahwa mempertahankan komitmen kebangsaan adalah jalan ibadah kita yang sesuai dengan syariat. Kita harus yakin itu,” ujar Yaqut dihadapan seribu lebih peserta PKD dan Diklatsar.

Pria yang akrab dengan sapaat Gus Yaqut itu berpesan agar Ansor dan Banser senantiasa khidmat dan takdzim kepada Ulama. Serta senantiasa berkomitmen mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apakah ulama kita dulu tidak mengenal sistem pemerintahan selain seperti yang sekarang ini? Mereka pasti tahu dan faham. Apakah mereka tidak mengenal sistem khilafah? Pasti faham. Kenapa memilih Pancasila sebagai ideologi bangsa, itu pasti karena untuk kemaslahatan bangsa kita. Jadi tidak perlu kita ragu,” tegas Gus Yaqut.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Garut R. Abdullah Badar ditemui disela sela kegiatan mengatakan pelaksaan PKD ke 18 dan Diklatsar ke 14.

Jumlah kaderisasi kali ini adalah yang paling banyak. Lebih dari seribu peserta,” kata Badar.

Selama enam bulan dirinya menjabat sebagai Ketua Ansor Garut, sudah mengkader lebih dari 2900 kader.

Kader Ansor sekitar 1000 dan sisanya Banser. Kader Banser jauh lebih banyak. Karena setiap kaderisasi jumlah yang ikut Diklatsar selalu dua kali lipat dari yang ikut PKD. Bahkan ada yang tiga kali lipat,” kata Badar.

Disinggung perbedaan antara PKD dan Diklatsar, Badar menjelaskan kalau PKD adalah jenjang kaderisasi yang mengasilkan Kader Ansor. Sedangkan Diklatsar menghasilkan kader Banser.

Sedangkan perbedaan Ansor dan Banser adalah, kalau Banser itu badan semi otonom Ansor. Makanya sebelum pelantikan Diklatsar, mereka pun dilantik dulu sebagai kader Ansor. Jadi, kalau Banser pasti Ansor, tapi kalau Ansor belum tentu Banser,” terang Badar.

(Idham/edi/PW Ansor)

Komentari