KH A Mustofa Bisri, Gus Mus, PWNU Jabar, Jawa Barat
KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus, menyantap tumpeng yang dibuat oleh santrinya dalam rangka HUT beliau, 10 Agustus 2017.

Assalamualaikum. Selamat pagi.

Semoga kalian semua senantiasa dalam lindungan Allah .

Memenuhi nasihat dokter, habis subuh aku jalan-jalan; pelan-pelan sambil nostalgia. Seperti kota-kota yang lain, banyak yang berubah di ‘Kota Kemarau’ku ini.

Yang ‘sesuatu sekali’, setiap berpapasan dengan orang di jalan, dengan yang sedang berdiri atau menyapu di halaman, yang naik kendaraan; selalu menyapaku dengan ramah. Bahkan mereka yang sedang bersiap-siap membuka warung di depan rumah mereka, menawariku ~dengan serius~ sarapan pagi. Salah satunya ~saudara yang akan punya gawé hari ini~ kusinggahi untuk sekedar ngopi dan menycicipi kue bugis dan juadah.

Sampai rumah kembali, dikejutkan oleh mbak dan kang santri (suaminya) anak buah almarhumah ibu Siti Fatma, yang datang membawa tumpeng karya mereka. Kami serumah ~aku, Wahyu Salvana, Raabiatul Bisyriyah, Almas Mustofa, Malak, dan Maiya, pun ramai-ramai sarapan bersama; setelah mengucapkan “Selamat ulang tahun” kepadaku.

LiLlãhil hamdu wasysyukru.

Selamat ulang tahun, Gus Mus.

(Dikutip dari status FB KH Ahmad Mustofa Bisri, Kamis, 10-8-2017)

Komentari