Gus Hasan, PWNU Jabar, Jawa Barat
KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat.

KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua Tanfidziyah PWNU Jabar

Dalam kehidupan sehari-hari, ada dua orang berbahaya yang harus kita waspadai, sebagaimana diingatkan oleh Imam Syafi’i RA:

فسَادٌ كَبيرٌ عَالمٌ مُتَهتِّكُ وأَكبَرُ مِنهُ جَاهِلٌ مُتَنسِّك   هما فِتنَةٌ في العَالمينَ عَظِيمَةٌ لمن بهِما في دِينِه يتَمسّكُ

“Kerusakan besar jika ada seorang alim yang sembrono dan lebih besar lagi kerusakannya jika ada orang bodoh yang ahli ibadah. Keduanya merupakan fitnah di alam semesta ini bagi siapa saja yang mengikuti keduanya dalam beragama.”

Nasehat ini merupakan peringatan untuk kita semua, bahwa musibah yang bahayanya akan mempunyai dampak berkelanjutan itu ada dua hal. Pertama adalah orang alim yang sembrono, meremehkan hukum Allah, dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah ditafsirkan dengan arah yang menyesuaikan kepentingan dan keinginanya atau hal-hal lain yang tidak semestinya. Ketika hal ini terjadi maka masyarakat awam akan kehilangan sosok panutan dan tuntunan.

Kedua, yang lebih berbahaya lagi jika seorang bodoh yang rajin beribadah. Jika sosok semacam ini banyak di lingkungan masyarakat, sangat berbahaya karena akan menarik simpati masyarakat kepadanya. Dampak yang paling dahsyat adalah ketika rasa simpati mendorong masyarakat untuk menjadikan orang bodoh yang rajin ibadah itu sebagai pemimpin mereka. Maka ketika ia sebagai pemimpin menjawab pemasalahan umatnya, ia akan berfatwa tanpa dasar keilmuan sehingga akan menghasilkan fatwa yang sesat dan menyesatkan umat.

Inilah yang diisyaratkan dalam sebuah riwayat hadits:

فضلوا وأضلوا

Maka mereka (pemimpinya) sesat dan mereka menyesatkan (umat).

 

 

Komentari