Gus Hasan, Tiga Perkara Penting, Ciri Orang Alim, PWNU Jabar, Jawa Barat
KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua Tanfidziyah PWNU Jabar.

Dalam khutbah menjelang bulan Ramadan, Nabi Muhammad SAW bersabda,

 عن سلمان الفارسي رضي الله عنه عن النبي  

قال : ” من فطر فيه صائماً كان مغفرة لذنوبه وعتق رقبته من النار وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شئ

:قلنا : يا رسول الله ، ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم . فقال رسول الله  

 يعطى الله هذا الثواب من فطر صائماً على تمرة أو مذقة لبن أو شربه ماء

Dari Salman Al-Farisi RA, dari Nabi SAW bersabda, “Barang siapa menyediakan (makanan) untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya, mengangkat dirinya dari api neraka, ia akan mendapatkan pahala sama dengan pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya (yang diberi makanan berbuka itu) sedikitpun.” Para Sahabat berkata, “Wahal Rasulullah, tidak semua dari kami mendapatkan makanan untuk diberikan kepada orang yang berpuasa.” Nabi bersabda, “Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, sekalipun hanya sebutir kurma, atau secawan susu atau segelas air.”

Jadi ada empat pahala bagi yang menyediakan makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, yaitu; 1) ampunan atas dosa-dosanya, 2) diselamatkan dari api neraka, 3) mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa, 4) pahala itu tanpa mengurangi pahalanya orang yang diberi makanan berbuka.

Hal yang sangat sederhana, yang dilakukan dalam bulan yang sangat istimewa, akan menjadi sesuatu yang besar. Anjuran ini sebenarnya bukan hanya soal memberi makan untuk berbuka bagi yang berpuasa, di dalamnya terdapat nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

Bulan Ramadhan adalah kesempatan terbaik bagi kita semua untuk mengambil berbagai pelajaran, yang akan membimbing kita untuk lebih bijak dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.

Komentari