Ketua MUI KH Ma'ruf Amin, Gubernur Jawa Barat H. M. Ridwan Kamil, Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PW JQH Jabar KH Cecep Abdullah Syahid. Dok. PW JQH Jabar.
Ketua MUI KH Ma'ruf Amin, Gubernur Jawa Barat H. M. Ridwan Kamil, Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PW JQH Jabar KH Cecep Abdullah Syahid, dan Bendahara PW JQH H. Cahya M. Nuh Zarkasyie. Dok. PW JQH Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi meluncurkan program Satu Desa Satu, di Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (09/11/18).

“Malam ini dengan bangga, terharu dan bahagia, hari bersejarah di Indonesia yaitu pencanangan program Satu Desa Satu Hafidz di Jawa Barat secara resmi dimulai,” ujar Gubernur M. Ridwan Kamil.

Emil selaku inisiator program yang ia singkat menjadi Sadesha (Satu Desa Satu Hafidz) ini, menuturkan, untuk langkah awal pihaknya menggandeng Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) Jabar dalam menjalankan program tersebut yang ditandai dengan penandatanganan kerjasama.

Hingga akhir Desember 2018, JQH akan menyusun langkah strategis dan sistematis yang diwujudkan dalam bentuk mekanisme kerja program Sadesha. Seperti melakukan Training of Trainer (Tot) terlebih dulu kemudian merekrut calon hafidz di tiap desa.

“Masih ada waktu sampai akhir Desember untuk mendetailkan siapa, di mana, kapasitas berapa,” ujarnya.

“Saya juga sudah perintahkan seluruh kepala desa untuk mendaftarkan nama-nama anak terbaiknya,” tambah Emil.

Ia mengungkapkan, program Sadesha adalah cikal bakal dari mimpi besar mewujudkan visi misi Jabar juara lahir batin. Targetnya dalam 5 tahun ke depan setiap desa di seluruh Jabar memiliki minimal satu hafidz dan selanjutnya berkembang lahir hafidz-hafidz berikutnya.

“Saya juga mempersilakan bila ke depan program ini berkembang misalnya 1 masjid 1 hafidz,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jamiyyatul Qurra wal Huffazh yang juga pengasuh Ponpes Alquran Al-Falah, KH Cecep Abdullah Syahid mengatakan, pihaknya siap membantu Pemprov Jabar mewujudkan provinsi juara lahir batin melalui program Sadesha dengan menyediakan satu hafidz untuk satu desa di seluruh Jabar.

“Untuk itu kami pengurus JQH Jabar merespon baik program ini,” katanya.

Dalam pandangannya, Sadesha merupakan program yang selaras dengan kajiannya. Sadesha juga merupakan program mulia yang sarat dengan kedalaman fungsi dan makna.

“Selain sebagai ajakan dan motivasi bagi masyarakat untuk memelihara teks-teks Al-Quran, juga sebagai langkah strategis dalam mensosialosasikan permasalahan bangsa yaitu ahlak dan moralitas bangsa terutama di kalangan generasi muda,” terangnya.

Menurutnya, program Sadesha adalah strategi yang sangat tepat untuk dijadikan sebagai gerakan pembinaan melalui upaya pendekatan kepada Al-Quran.

“Program Sadesha juga akan mewujudkan Jabar sebagai gerbang ahli sunnah wal jamaah,” ucap Cecep.

Hadir pada peresmian Sadesha ketua MUI Maruf Amin dan Bupati Bandung Dadang Naser, dan Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah.

Sumber: inilahkoran.com

Komentari