Tim Kirab Resolusi Jihadi diterima oleh PCNU Garut
Tim Kirab Resolusi Jihadi diterima oleh PCNU Garut . Dok. H. Dasuki

Ghirah atau gairah/gelora ber-Nahdlatul Ulama di wilayah Jawa Barat terus meningkat dari waktu ke waktu. Kebanggan sebagai nahdliyyin semakin tampak dan dinyatakan secara terbuka. Semangat untuk mengorganisir jam’iyyah NU di sejumlah cabang juga menunjukkan prestasi yang membanggakan. Ada yang memiliki aset tanah produktif 15 ha, ada yang memiliki sekolah dari TK hingga Perguruan Tinggi, ada yang mampu menata administrasi cabang secara excellent, ada yang memiliki kepengurusan hingga tingkat anak ranting, dan lain-lain. Kekuatan NU di Jawa Barat bisa disebut hampir merata. Kesimpulan ini didapat dari dua kegiatan PWNU Jabar yang diluncurkan sepanjang tahun 2018, yaitu Kirab Resolusi  Jihad dan NU Jabar Award. Dalam dua kegiatan itu, Tim Kirab dan Asesor PWNU berkunjung ke 27 PCNU se-Jawa Barat secara maraton.

“Melihat sambutan yang sangat meriah dari PCNU, yang dihadiri para kasepuhan dan generasi muda, saya sangat bersyukur dan bangga, NU itu nyata ada di Jawa Barat dan terus akan menguat,” papar KH. Dasuki AS, Wakil Sekretaris PWNU yang ikut dalam Kirab Resolusi Jihad. “Di sejumlah cabang saya sangat terharu karena sambutan tidak hanya memakai tabuhan rebana, melainkan dengan drumband,” sambung kiai asal Indramayu itu.

Bantuan dana stimulan dari PWNU Jabar kepada PCNU KBB, diserahkan oleh Wakil Ketua PWNU/Ketua Panitia NU Jabar Award H Deden Ki Agus Mubarok.
Bantuan dana stimulan PWNU ke seluruh PCNU untuk persiapan NU Jabar Award.

Sementara Ketua Pelaksana NU Jabar Award 2018 KH. Deden Kiagus Mubarok menjelaskan bahwa secara umum kepengurusan cabang NU se-Jawa Barat telah efektif bekerja melayani kepentingan umat. “Beberapa cabang telah bekerja profesional lebih dari yang kami bayangkan sebagai Tim Asesor,” ujar Wakil Ketua PWNU itu dengan bersemangat. “Semua PCNU telah memiliki kantor, kecuali PCNU Pangandaran yang baru terbentuk dan kini dalam tahap pembangunan kantor.”

Ghirah yang merata itu menjadi tantangan bagi para pengurus NU di semua tingkatan untuk terus meningkatkan layanan pada jama’ah. Pada bidang tertentu, seperti IT, media, pengelolaan potensi ekonomi, sudah disadari perlu dilakukan secara profesional. Pengurus juga harus siap melayani animo yang luar biasa dari berbagai pihak yang ingin bekerjasama dengan NU di Jawa Barat, baik dari pihak pemerintah maupun swasta. Daya tawar NU sebagai organisasi ikut meningkat, dan hal itu harus disambut dengan peningkatan pengelolaan lembaga.

“NU Jabar Award ini akan jadi tolok ukur PCNU mana yang paling siap melibatkan pihak luar, sekaligus jadi titik pijak bagi PWNU untuk mengoptimalkan bimbingan dan panduan kepada PCNU agar dapat bersaing di lingkungan internal dan eksternal,” tambah Kiai Deden.

Penyerahan NU Jabar Award akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Lahir NU, pada Kamis, 31 Januari 2019 di Gedung PWNU Jabar.

(Iip Yahya)

Komentari