Diklatsar Banser#, MWC NU Cicalengka#, PCNU Kabupaten Bandung, PWNU Jabar, Jawa Barat
Peserta Diklatsar Banser Satkoryon Cicalengka berfoto bersama.

Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Cicalengka, Kabupaten Bandung, termasuk yang paling aktif berkegiatan. Pengajian rutin berjalan baik, sekolah Ma’arifnya terus berkembang, demikian pula bahtsul masail sebagai ciri khas NU dan pesantren diikuti dengan penuh gairah. Belum lama ini PAC GP Ansor melaksanakan Diklatsar Banser Satkoryon Cicalengka. Kegiatan dilaksanakan pada Jum’at-Minggu, 4-6 Agustus 2017, bertempat di SMK Ma’arif Terpadu, Cicalengka Kulon. Diklatsar diikuti 50 peserta dari seluruh ranting di wilayah MWC Cvicalengka.

“Diklatsar ini penting dilakukan untuk mencetak kader militan NU khususnya di Cicalengka,” ujar Ketua MWC NU Cicalengka Ahmad Fidadi. “Ansor dengan Bansernya adalah garda terdepan dalam mengawal ulama dan NKRI,” sambungnya.

Diklatsar Banser#, MWC NU Cicalengka, PCNU Kabupaten Bandung, PWNU Jabar, Jawa Barat
Kiai Ahmad Fidadi saat memimpin doa dalam Diklatsar Banser Satkoryon Cicalengka.

Ahmad Fidadi mengakui bahwa popularitas Ansor saat ini harus dimanfaakan sebaik-baiknya untuk kaderisasi NU. Oleh karena itulah MWC NU Cicalengka tidak mau ketinggalan untuk melaksanakan kaderisasi secara berkala. Dengan kaderisasi semacam inilah rongrongan kelompok-kelompok yang ingin mengganti dasar dan haluan negara, juga upaya menyingkirkan peran para ulama NU, dapat dicegah.

“Ansor sedang jadi pembicaraan positif semua pihak yang cinta NKRI. Sesuai nama dan sejarahnya, Ansor memang pembela dan penolong bagi ulama, bangsa dan negara.”

Kegiatan Diklatasar dihadiri oleh pengurus MWC NU Cicalengka, MUI, Muspika, PCNU Kabupaten Bandung, dan Ketua PC GP Ansor yang juga Ketua Yayasan SMK Ma’arif Cicalengka Drs. Asep Deni Azis.

(MWC NU Cicalengka)

Komentari