PERGUNU, PCNU Kota Bandung, PWNU Jabar, Jawa Barat
Kursus Percakapan Bahasa Inggris untuk guru NU.

Untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore selenggarakan English Conversation Course bagi guru-guru NU Kota Bandung di Aula PCNU Kota Bandung Jl. Sancang No 2 Malabar, Lengkong Kota Bandung. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama enam hari dari tanggal 2 s.d 4 Oktober 2017 dan 18-20 Oktober 2017 Pelatihan tersebut diikuti oleh 40 orang perwakilan guru-guru NU se-Kota Bandung.

Para peserta tampak serius, dan semangat saat berinteraksi dengan instruktur bahasa Inggris dari Irsyad Singapore membahas materi serta praktek English Conversation Course di Aula PCNU Kota Bandung (2/10/2017).

Sekretaris Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Peegunu) Jawa Barat, H. Saepuloh, M.Pd menuturkan kegiatan English Conversation Course dilaksanakan di dua kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Cianjur pada tanggal 24-26 Agustus 2017 dan 15-17 September 2017, dan untuk Kota Bandung mulai tanggal 2-4 Oktober 2017 dan 18-20 Oktober 2017.

Lebih lanjut Saepuloh menambahkan, pelatihan English Conversation Course lebih kepada peningkatan kemampuan speaking dan praktek penggunaan bahasa inggris.

English Conversation Course lebih mengutamakan peserta untuk lebih berani praktek berbicara, mengemukakan pendapat, dan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Saepuloh.

Lebih lanjut Saepuloh berharap semua peserta yang ikut pelatihan English Conversation Course ini dapat menularkan materi yang diberikan kepada guru-guru lainnya di daerahnya masing-masing.

“Semua peserta harus mengikuti dengan serius, agar dapat menyampaikan lagi ke guru-guru lainnya di daerah masing-masing. Sehingga harapan kita tercapai dalam peningkatan kemampuan bahasa Inggris di daerah,” tutur Saepuloh (2/10/2017)

Menurur Saepuloh di era globalisasi akan terjadi interaksi yang lebih luas, bukan hanya nasional tetapi juga internasional, dan ini harus diikuti dengan penguasaan bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris.

“Guru-guru jangan kalah dalam penguasaan bahasa internasional, yaitu bahasa inggris. Kita harus bisa dan menguasainya sehingga kita bisa menyampaikan pesan islam rahmatan lil ‘alaimin ke dunia internasional,” pungkas Saepuloh.

(PW PERGUNU)

Komentari